salam Minsuners

annyeong haseyo minsuner...
ini adalah Blog untuk melihat pict or fanfic tentang minsun..
MinSun (lee min ho and Koo hye sun)

Gamsahamnida buat kunjungan ke blog ini..

jika mampir, jangan lupa koment or follow blog ini...!! ^_^

Minggu, 01 Mei 2011

I hate U, but I love U/short FF/part 2

Cast:
Goo hye sun as goo hyesun/sunny
Lee min ho as lee min ho/Mino

Cast pendukung:
Choi siwon
Lee seung gi
Sandara park
Lee hyo ri

Part sebbelumnya>>
“hyesun-a….!! apa kau di dalam?”

“minho” bisik hyesuk hampir tak terdengar

Karena cemas hyesun yang tak kunjung keluar dari kamar mandi, akhirnya minho mendobrak pintu

Brakk……..

Minho: ……………………….. *hanya mampu melongo melihat penampilan hyesun yang cukup membuat ia malu, in adalah perjumpaan mereka setelah kejadian di kelas 5 lalu, perjumpaan yang tak pernah ia duga, yang tak pernah ia kira akan beratap pandang dalam kondisi hyesun yang hanya terbalut baju renang ketat



Minho: mian.. karena kau terlalu lama di ruang ganti, jadi aku berpikir macam-macam, aku takut terjadi sesuatu padamu

Hyesun: sial… ada yang mengerjaiku… seragamku hilang *sambil menundukkan wajahnya*

Minho; kau pakai ini dulu, sementara bajumu akan ku cari *seragam minho kini telah menyapir di pundak hyesun, seragam ini cukup mampu menutupi tubuh hyesun

Minho: tunggu yaa… aku carikan seragammu..
---------------


‘Minho.. dia datang.. aku bahkan sampai tak bisa bernafas.. sudah 3 tahu tak bicara, aku akan bilang terima kasih.. ya harus…” batin hyesun
----

Setelah beberapa menit menunggu, minho datang juga

Minho: seragamnya di buang dibelakang kolam

Hyesun: kemejanya ku kembalikan besok setelah dicuci… *hyesun kemudian segera berlari menggalkan minho tanpa ada kata terima kasih*


Keesokan harinya

Hari ini tak biasanya penampilan hyesun seperti itu, ia yang biasa hanya menguncir biasa rambutnya, kini nampak ditambah ada ikatan dibawahnya, ia jadi lebih manis.. hingga dara pun memujinya.

Dara: gak biasanya rambutmu kau kuncir seperti itu, ada apa nich?, jadi lebih manis sunny

Hyesun: gak ada kok *wajah memerah menahan malu*

Dara: ih.. kenapa wajahmu memerah gitu…?

Hyesun: ah.. jangan menggodaku..

Dara: araso.. sebaiknya sekarang kita ke klub yuk..

Hyesun: ah tidak.. kau pergi duluan saja.. aku pergi kembalikan barang teman dulu..
Dara: baiklah..

----

“minho-a.. kemarin itu.. gumawo.. guma… gumawo…” hyesun mengtes kemampuannya untuk bicara itu pada minho, saat langkahnya hendak mencari minho, tiba-tiba dari belakang seseorang menabrak tubuh hyesun

“mianhae…” tutur seorang yeoja..

“itu bukannya.. hyo ri sunbae??, benar.. manis sekali, pundaknya juga kecil..”

Saat pemilik rambut orange itu di depan matanya, ia malah terkesan cemberut, bagaimana tidak.. karena minho kini tengan asyik ngobrol dengan lee hyo ri dan sukses membuat hyesun gerah… ia balik arah dan berlalu dari situ, tanpa sengaja ia ertemu siwon.. “aku titip ini untuk minho” kalimat singkat hyesun dan kembali melanjutkan langkahnya.


“wooiii…. Mino-a.. ini ada titipan dari hyesun..” teriak siwon

“mwoo? Dimana dia sekarang?”

“sudah pergi..”

Mendengar jawaban siwon yang tak memuaskannya, minho segera mengejar hyesun yang memang belum jauh dari tempatnya berdiri

“hyesuuuunn….!”

Gubrak!! *minho malah terjatuh tahu sendiri,,, kalau minho memiliki kebiasaan buruk, tak suka mengikat tali sepatunya, alhasil ia terpelanting dan jatuh*

“selamat tinggal” kalimat yang keluar dri bibir hyesun


Hyesun pov>>
Aku kaget.. mendengar suaraku sendiri yang begitu dingin.. apa yang telah terjadi padaku?
End hyesun pov>>
----------

Satu minggu kemudian>>
Hari ini adalah kegiatan wisata ke kuil, *tak tahu namanya* untuk 2 malam mereka menginap disana, membuat tenda yang terpisah dengan laki-laki, namun sialnya.. karena peraturan itu tak asik jika tak dilanggar.. anak laki-laki dari kelas C *kelas minho* menyelundup masuk ke tenda anak perempuan dari kelas A, mereka berpikir, anak kelas A pasti membawa banyak bekal, lumayan buat dimintai.. tanpa sepengetahuan pengawas mereka anak laki-laki dengan asyik bercanda dengan anak-anak perempuan dari kelas A, kecuali hyesun, ia lebih memilih bersembunyi di balik selimut tebalnya.. suara cekikikan terdengar dari murid-murid centil itu, dan mengundang keheranan dari pengawas,,,,

“siapa di dalam sana…?”

“ ada anak laki-laki masuk kamar anak perempuan” jawab seseorang dari luar
Lampu segera dimatika olehminho dan kawan-kawan, agar pengawas susah menagkap mereka, dan parahnya lagi tanpa di duga minho bersembunyi di dalam selimut hyesun

“ deg.. deg.. deg….” Meski tak ada cahaya lampu.. namun hyesun yakin.. sorot mata milki minho terpancar jelas dan tertangkap oleh matanya

“minho-a?” bisiknya

“hyesun?”

“apa yang kau lakukan..?”

“hyesun-a.. waktu kelas 5 SD dulu…  maaf.. aku melkukan itu” seengah berbisik

“enggak usah minta maaf juga…” batin hyesun, namun terdengar suara pengawas dan..

“kaliaaaaaaaaaaannnnnn…………..!”

“hei siapa ini.. kau minho.. apa yang kau lakukan di dalam selimt hyesun??”

“wah karna terburu-buru minho malah masuk ke selimut hyesun” bisik teman sekelas hyesun
Hyesun bergetar… isak tangis

“apa yang kau lakukan minho-a.. karena ulahmu hyesun samapi menangis.. apa kau tak berpikir, kau terlalu sering menyusahkan hyesun… dengan tingkah lakumu yang memalukan ini!!” bentak pengawas pada minho.. semua teman-teman tertawa menyaksikan itu, kecuali hyesun, dalam pikirannya “HENTIKAN!! Kenapa kalian semua tertawa? Apa sebegitu anehnya aku dan minhho?”

“kalian semua berisik…!!” bela minho

“min-minho.. cara bicaramu itu”

“jangan sentuh aku…!”

“anak nakal…!”


Hyesun pov>>
Sejak ia selalu menunjukkan keonaran dan kekonyolannya, aku tak lagi memperdulikannya, aku benci lee min ho… seperti mengtuk diri sendiri..terus ku ucap beruang-ulabg.. habisnya.. bukan aku yang tergambar dalam pandangan matanya bukan aku sich… , namun sebenarnya justru akulah yang tidak dipedulikan, keras kepala dan penakut.. di depan minho, aku tak bisa tertawa dengan benar.. karena tak ingin terluka.. karenanya aku menjauh.. tapi.. seperti orang bodoh saja..kalau teman-teman tahu akan perasaanku ini, pasti mereka akan tertawa terbahak-bahak lagi.. dadaku jadi sesak..


Koridor sekolah, minho terkena hukuman setelah peristiwa malam lalu. Aku menghampirinya
“kalau soal kejadian saat kelas 5 SD, aku sudah melupakannya, aku sudah tak marah lagi.. aku juga sudah lupa, jangan libatkan aku lagi..” aku kaget dengan apa yang ku katakan… tidak.. bukan itu yang ingin ku katakan.. bukan itu yang ingin ku katakan malam itu.. padahal aku sudah tahu.. tapi aku tak mampu berbuat apa-apa.. sudah mau bagaimana lagi… aku menyukainya.. aku menyukai Lee minho… huhuhuhu….
End hyesun pov
----------

“haha… asyik ya jadi sunny.. dengar-dengar ia sudah punya pacar lho..”

“siapa?”

“hyun joong sunbae dari kelas A.. ia juga anak yang cerdas.. lho.. dengar-dengar setelah lulus SMP mereka akan masuk sekolah yang sama.. sekolah favorit tentunya.. kalau minho… mungkin gak bisa masuk sekolah itu,,, hahah”
Tanpa sengaja minho mendengar obrolan dari teman-teman hyesun…


Musim gugur.. kelas 3.. kelulusan pun tiba.. hyesun hari ini bertgas membacakan naskah pidatonya.

Kami semua siswa kelas 3 akan lulus dari sini…dan ini adalah terakhir kalinya aku satu sekolah dengan minho, meskipun aku berharap ia bisa satu sekolah lagi denganku, tapi mengingat kondsisi sekarang ini, itu sangat mustahil..  sudah tak akan bertemu lagi.. namanya terngiang… saat ku berjalan menuju koridor.. benar saja.. memang ada yang sedang menyerukan namanya

“Lee minho... untuk siswa kelas 3C.. dalam acara kelulusan nanti… aku harap kau tak mempermalukan kami.. tak ada rambut pirangmu lagi berseliweran di aula…”

Hyesun pov>>
Mendengar itu, aku berani menghampiri minho

“minho-a”

“jika kedatnganmu sama dengan pengumuman itu, sebaiknya kau lupakan saja.. karena aku tak akan mendengarnya”

“apa salahnya walau hanya sehari saja..”

“siapa saja tak bisa memerintahku.. huh” ia begitu marah.. bukan itu maksudku.. aku sebenarnya khawatir denganmu….

‘pandangannya yang kuat tak berubah sedikitpun..rambut pirangnya sangat cocok dengannya.. sesunggunya kejadia saat kelas 5 itu.. aku sudah menyukai Minho’ aku membatin seorang diri

“sudahlah… jangan pedulikan aku.. dulu bilang jangan libatkan aku.. sekarang apa kau mau mengguruiku? Memangnya kau ini siapa? Pergi sana… bikin kesal saja”

Hatiku bagi teriris mendengar kata-katnya… ini adalh hal yang mampu membuatku tak mampu bernafas… sesak rasanya.. apa yang telah kuperbuat hingga ia segitu bencinya padaku..? karena begitu malunya.. rasanya ingin mati saja.. ternyata memang tak bisa.. sebelum mengatakannya, aku sudah ditolak..!

____

“kita dengarkan pidato perwakilan dari para murid.. Goo Hye Sun!!!!”

‘sampai saat ini, aku sudah lelah menangis, sampai air mataku kering.. tak apa-apa..’

“PIDATO KELULUSAN.. DI SAAT BUNGA SAKURA MEKAR.. BULAN MARET INI… DI HARI INIKITA SEMUA 214 ORANG SISWA KELAS 3 DENGAN BANYAK KENANGAN DI DALAM HATI” kalimatku terhenti saat mata ini menangkap sesosok laki-laki jakung, namun ada yang ganjil… tak ada rambut pirang itu… taka ada senyum konyol yang selalu menghias bibirnya.. minho..?, Bohong..! kenapa ia datang? Kenapa kenapa melihat kesini, ia terus menatapku..

“KITA SEMUA..” suaraku tak mampu keluar lagi.. karena tergantikan oleh air mata, yaa.. aku menitikkan air mata..  hiks hiks…. ‘sekarang.. jika tak bilang sekarang.., seumur hidup enggak akan bisa bilang…
*
*
*
*
*

“AKU… TIDAK INGIN LULUS….!”

“apa…!!?” suara riuh dari teman-teman

“AKU TIDAK MAU… BERPISAH DARI ORANG YANG AKU SUKAI.. AKU MASIH INGIN MELIHATNYA… MASIH INGIN MENDENGAR SUARANYA… BERBICARA DENGANNYA.. TERTAWA BERSAMA DENGANNYA.. BERSAMA DENGAN….. Minho…!”

“cuiit cuiit…”

“mino…..!”

“apa-apan ini?”

“Kyaaa….”

“ayo semuanya tenang..!”

Terdengar suara gaduh dari guru-guru dan teman-temanku… tak peduli lagi.. yang ada kini hanya minho di mataku…

“jangan main-main hyesun.. kamu itu apa-apaan sih?, padahal aku sudah susah payah mau melupakanmu.. kenapa?? Kenapa baru sekarang?, bukannya kamu gak mau senyum padaku?” pertanyaan bertubi-tubi dari minho

‘Aku hanya mampu menangis, tak bisa berbuat apa-apa.. aku ingin lenyap dari muka bumi ini sekarang juga.. atau.. minho bawa kabur aku..’ batinku

Ya.. seperti telah terbaca pikiranku olehnya, dengan langkah lebarnya minho menghampiriku dan segera menggambit tanganku… kami berlari meninggalkan aula… ada senyum sekilas tergambar dari bibir minho.. tangisku tergani dengan senyuman bahagia…

----
Taman belakang>>

“Kenapa membawaku kemari?” tanyaku

“karena kalau disana.. aku tak bisa mengomelimu..” jawabnya

“omelanmu aku dengarkan…”

“hyesun-a…?”

“aku mohon… panggil aku sunny seperti yang lain.. jika kau izinkan.. bolehkan aku memanggilmu Mino?” aku harap-harap cemas

“hahaha.. tentu saja.., hmmm sun.. sunny-a..”

“wae?”

“berikutnya jangan dipukul lagi ya…” aku mengerti apa maksud dari kalimatnya itu, kini wajahnya telah mendekat kearah wajahku… mata kami meredup bersamaan, semilir angin musim gugur telah datang… bibir itu datang lagi.. aku merindukannya,,,,, ternyata masih sama seperti dulu… ciuman kedua di akhir penghujung tahun ajaran… ciuman yang lebih lembut dan basah…
Aku akan lebih bersikap manis padamu Mino-a…


The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar