salam Minsuners
annyeong haseyo minsuner...
ini adalah Blog untuk melihat pict or fanfic tentang minsun..
MinSun (lee min ho and Koo hye sun)
Gamsahamnida buat kunjungan ke blog ini..
jika mampir, jangan lupa koment or follow blog ini...!! ^_^
ini adalah Blog untuk melihat pict or fanfic tentang minsun..
MinSun (lee min ho and Koo hye sun)
Gamsahamnida buat kunjungan ke blog ini..
jika mampir, jangan lupa koment or follow blog ini...!! ^_^
Sabtu, 30 April 2011
fanfic minsun/crazy duck/part 17
Crazy duck part 17
Cast
Lee min Ho as Lee min Ho
Goo hye Sun as Goo hye sun
Choi si won as park hyun joo
Yoon eun hye as Goo yoon ah/yoona
Kim so eun as kim so eun
Kim bum as kim bum
Saatnya penambahan cast baru, mianhae.. seiring dengan alur cerita, maka castnya juga akan bertambah...
Met membaca aja dech.. moga gak da yang bosen..^’^
****
“Seberapapun aku memikirkannya, aku masih tak percaya dengan apa yang ku dengar tadi.. kau benar-benar membuatku bersalah sun-a...!, apa selama ini aku hanya memberimu beban.. apa benar selama denganku kau begitu terbebani..?” pertanyaan itu terus berkecamuk dalam hati mino
Tampang kesalnya tak henti tersirat.. menatap langit-langit kamarnya, memikirkan kata-kata hye sun tadi sore..
Flash back..
“aku ingin berhenti menjadi manajermu.. aku ingin fokus dengan kuliahku.. aku sudah tak sanggup...!”
“mwo..?, jangan bercanda sun-a.. kau pikir ini lucu..?”
“aniyo.. aku sudah memikirkan ini baik-baik, menurutku ini adalah jalan terbaik, untukku dan untukmu..”
“hehe..” kekeh mino tak percaya
“aniyo.. bukan yang terbaik untukku.. hal yang terbaik untukku.. adalah bisa bersamamu.. arasseo..?” lanjut mino tak terima
“mino-a.. jangan egois..!, jika ini menurutmu adalah yang terbaik untukmu, bagaimana denganku..?, ini adalah sesuatu yang tak baik bagiku..”
“jinja..?, aku tak pernah berfikir kau akan mengatakan ini, apakah aku begitu menyebalkan?”
“hanya dirimu yang tahu..”
“ne.. aku merasa aku tak pernah membuatmu merasa sebal.. meskipun kadang-kadang ada percecokkan antara kita, menurutku itu bukan hal yang harus diperbesar-besarkan”
“kude...!, itu memang benar.. tapi aku sudah benar-benar capek, mulai saat ini kau tak perlu menyibukkan dirimu untuk mengantar jemputku.. arasseo?”
Selepas kata-kata itu hye sun pun berlalu.. bagaimana tidak hati mino dibuatnya panas.. hye sun berlalu tanpa membalikkan tubuhnya lagi, pergi begitu saja dengan teman laki-lakinya..
End flash back
****
“yeoboseo..?”
“ne... yeoboseo hye sun-a..!”
“mianhae.. chongmal mianhae... soal tadi sore.. aku sangat merasa bersalah terhadapmu..”
“gwenchana.. kau bisa mengandalkanku.. jika kau membutuhkan bantuanku, jangan segan-segan.. apapun akan ku lakukan untukmu hye sun-a..”
“gomawo hyun joong sunbe...!” tutur hye sun pada laki-laki yang bernama lengkap kim hyun joong
kim hyun joong adalah senior hye sun, sekaligus kakak kandung dari sahabatnya, kim so eun. sejak pertama melihat hye sun, dia langsung suka, bagaimana tidak.. masih ingat kalau hye sun adalah mahasiswi yang pandai, cantik dan tentunya baik hati, tidak sombong, rajin menabung... hwaaaaaaa...... gubrak...!,
Ok..ok... kita serius lagi, memperkenalkan cast baru kita.. dia adalah cowok yang lumayan menonjol.. bukan karena penampilan, tapi menonjol dalam mata kuliah, sebenarnya dia cowok yang lumayan manis, tapi karena penampilannya yang agak polos, membuat dia, tak seorang pun meliriknya.. sesekali dia akan dimintai bantuan oleh teman sekelasnya untuk mengerjakan tugas... dasar temen brengsek..!!, “ dekat jika ada yang diperlukan”, kata-kata itu selalu dilontarkan dari laki-laki yang selalu mengenakan kaca mata tebal.. dia menyadari dirinya selalu menjadi korban pemanfaatan dari teman-temannya, dan mungkin hye sun masuk dalam kategori ini..
Mengapa demikian???.......
Jawabannya adalah, karena hye sun menggunakan hyun joong sebagai alasan hye sun bisa menjauh dari mino..
Tentu saja hyun joong juga tahu, bahwa hye sun hanya memanfaatkannya, tapi ia tak peduli sama sekali, yang terpenting adalah.. dengan bersama hye sun sebentar saja.. terasa sungguh menyenangkan, “aku tak bisa menolak jika itu adalah hye sun, karena aku sangat mengaguminya..”
Goo hye sun
Mianhae hyun joong sunbe.. aku mungkin terlihat egois, karena hanya mementingkan perasaan ku semata, tapi apa yang harus ku lakukan, ketika seseorang yang paling berarti dalam hidupku karirnya hancur begitu saja..karena ulahku, mungkin menurutku, jalan ini yang terbaik untuk kami, aku berharap ia bisa melupakanku sejenak, tapi sungguh aku tak pernah ingin ia melupakanku untuk selamanya.. biarkan ini sampai semuanya membaik..
Pandangan mata hye sun menerawang ke langit-langit, beberapa tetesan air mata mulai meluap seketika, hidung itu mulai memerah, bibir mungil itu mulai bergetar, sebuah buku diary tergenggam erat di tangan hye sun.
“mianhae mino-a..!. aku bukan bermaksud membuatmu membenciku,, tapi sungguh aku tak tega melihat kau dan karirmu hancur, kau ini aktor yang baru saja menginjakan kaki di dunia
entertain, apa aku pantas untuk merebut semua itu,...?, untuk sekarang ini biarlah seperti ini dulu.. walaupun hatiku memberontak.. berkata “kau pengecut sun-a..!”, tapi pemikiran dan perasaan kita berbeda dengan mereka, berbeda dengan para minoz, jadi untuk saat ini kau tak perlu menampakan wajahmu di depanku, meski sekalipun aku rindu setengah mati.. ku mohon.. semoga kau mengerti kasihku, jalanku dan jalanmu memang berbeda.. jalani semua yang telah Dia atur, jika kita memang berjodoh.. itu pasti akan kembali.. semuanya akan kembali.. dirimu, dan cintamu..!
Beberapa kalimat yang tersusun dari beberapa kata, tersusun dari beberapa huruf.. telah tertumpahkan dalam sebuah buku diary dan dibantu dengan pena bertinta hitam.. membuat hati hye sun yang tadinya galau, kini agak mendingan.
****
“bagaimana luka kemarin..?”
“sudah membaik kok.. hanya sebuah tonjokan biasa”
“yaa... sunbe.. kenapa diam ketika dipukuli..?”
“aku tak tega melihatmu menangis”
“mwo..?”
“tentu saja.. jika aku balas menonjok dia, kau pasti akan sedih, aku tahu kau pasti sangat mencintainya, sampai mau melakukan kepalsuan ini”
“sunbe....” tutur hye sun lemas
“aniyo.. kau tak perlu khawatir, aku sangat senang bisa membantumu”
“sunbe.. gomawo..” air mata hye sun kembali jatuh
“ne..”
“sana pergi... kau tak liat, calon kakak iparmu sudah masuk kelas..”
Seketika wajah sedih hye sun berubah, menoleh kebelakang.. dan ternyata benar, hyun joo dosen muda aka calon kakak ipar hye sun sudah masuk ke kelas hye sun
****
Jam kuliah tak dapat hye sun cerna dengan maksimal, seperti biasa so eun sahabat hye sun hanya bisa menatap dengan tatapan heran, karena sejak pertama masuk kuliah lagi, hye sun berubah menjadi murung, dan sampai saat ini so eun belum berani menegurnya, yang membuat so eun tambah heran lagi adalah kedekatan hye sun dengan jung il woo, senior mereka, yang terkenal cerdas itu, tapi seperti kebanyakan teman-temannya, il woo memang kurang menarik untuk seorang laki-laki, penampilannya yang terlalu kuno.
Setelah berada dalam kebisuan yang panjang, so eun memberanikan diri untuk menghampiri sahabatnya itu.
“hey.. sun-a..!”
Hye sun masih terdiam
“sun-a..!” seru so eun lagi sambil mengguncang lengan hye sun, dan usahanya berhasil membuat hye sun bicara
“waeyo?”
“mwo..!, kenapa kau yang balik bertanya?”
“mian eun-a..!”
“gwenchanayo..!, aku hanya heran dengan kelakuanmu belakangan ini, sejak kembali dari jepang, kau berubah sun-a”
“chongmal?”
“ne....!, apa yang terjadi?”
“aniyo.. tidak ada eun-a..”
“bisakah kau tak membohongiku?, kita ini sahabat kan?, kenapa kau tak mau membagi kesedihanmu denganku?, apa kau ada masalah dengan mino?”
“aisshhhh........... jangan sebut nama itu untuk sekarang ini”
“mwo??, sekarang aku jadi tambah yakin, kau pasti sedang ada masalah dengan mino”
“aisshhh....”
“chogiyo sun-a..!, aku mohon ceritakan padaku.. aku janji tak akan mengatakan ini pada siapapun” so eun memelas
“arasseo..!, nanti sepulang kuliah aku akan cerita padamu..”
“ne..”
Persetujuan itu terjadi, hye sun berjanji akan memceritakan pada so eun sepulang kuliah nanti
****
“mwo??”
“ne..!, mereka sangat tak menginginkanku, para minoz itu sangat tak menginginkanku”
“seharusnya mereka tak seperti itu.. egois sekali..!” so eun tampak jengkel ketika mendengar cerita hye sun
“aniyo... mereka mungkin bersikap wajar, mungkin jika aku jadi mereka aku akan berlaku hal yang sama..”
“tapi apakah mereka tak memikirkan perasaan dari mino sendiri?”
“entahlah..”
“aku yakin suatu saat, semua ini akan ada penyelesaiannya”
“ne.. aku juga berharap seperti itu, aku sudah tak sanggup”
“kau saja bisa berkata begitu, apalagi mino, dia pasti merasakan hal yang sama denganmu”
“tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk sekarang ini, ini mungkin yang terbaik”
“apa kau yakin ini juga akan terbaik untuk mino??”
“ne.. ini yang terbaik untuk sekarang ini, dan ku berharap dia mengerti”
“eun-a..” kata-kata hye sun terhenti
“mwo?”
“mianhae..”
“yaisshhh.... omo?”
“aku menggunakan hyun joong oppa sebagai alat untuk membuat mino menjauh untuk saat ini”
“ne...”
“mwo... apa kau sudah tahu eun-a?”
“ne.. joongie oppa sudah menceritakan padaku.. aku sangat mengerti eun-a.. aku tak keberatan, karena joongie oppa juga tak keberatan, dia sangat menyayangimu sun-a.. layaknya dongsaeng sendiri”
“gomawo eun-a.. untuk pengertiannya, aku tak pernah tahu apa yag akan terjadi padaku, jika kau dan hyun joong oppa tak ada, chongmal.. chongmal gomawo..”
“ne.. chonmaneyo sun-a..”
Hening..
“aku ternyata masih beruntung dari kalian” lanjut so eun
“maksudmu?”
“ne.. kemarin hampir seminggu aku sempat marahan dengan kim bum sunbe”
“waeyo?”
“habisnya, sempat-sempatnya dia ngomongin mantan pacarnya di depanku, siapa yang tak cemburu”
“haha,.... kau ada-ada saja..”
“apa aku salah cemburu dengan mantannya?”
“aniyo.. perasaan cemburu sudah biasa, itukan pertanda kalau kita memang menyayangi kekasih kita”
“tapi untung sekarang ini aku dan kim bum sunbe sudah baikan”
“syukurlah... bagaimana cara dia meluluhkan hatimu?”
“hihihi.... aku malu... mengatakan itu”
“yaa.... untuk apa malu?”
“soalnya itu sangat..” kata-kata so eun terhenti, wajah imutnya terlihat seperti kepiting rebus
“yaa... kau kenapa jadi semalu itu sih?, aha... aku tahu.. apa dia memberimu sesuatu yang tak bisa kau lupakan sampai sekarang..?”
“ne.. benar-benar malu rasanya, menceritakan hal yang sangat pribadi, tapi karena kau adalah sahabatku sun-a, jadi aku tak akan menyimpan rahasia ini padamu, jadi kita seri”
“ne.. aku ingin mendengar cerita itu” jawab hye sun antusias
“2 hari yang lalu dia membawaku ke pantai..”
Flash back
“berteriaklah...... supaya kau puas, aku ingin mendengarmu mengeluarkan kemarahanmu”
“ANIYOOOO....!” teriak so eun tepat di depan wajah kim bum
“jangan seperti ini...!, jika kau pendam, rasanya akan jadi tambah sakit.. keluarkan amarahmu.. buang bersama hembusan angin.. biarkan ia ikut pergi dengan ombak laut”
“seberapapun kau menyuruh ombak itu pergi, pasti ia akan kembali juga.. jadi percuma teriak-teriak gak jelas seperti orang gila”
“kau salah.. jika pun ombak itu kembali, dia akan kembali dengan jiwa yang baru”
“omo???”
“tak percaya??”
“aniyo..”
“bagaimana kau bisa percaya jika kau belum mencoba... aku rasa jika kau mencoba, kau akau tahu sendiri bagaimana rasanya, teriakan semuan yang mengganjal di pikiranmu, semua yang menbuatmu marah, senang, maupun kecewa”
Ketika mendengar ucapan kim bum tadi, so eun mulai mencoba.. pertama dengan suara yang masih tertahan
“aku benci...!!”
“mwo.. kenapa sekecil itu??, teriaklah lebih kencang lagi... teriak sekencang-kencangnya..!”
Suara yang tertahan tadi, seketika mengelegar.
“AKUUUUUU BENCIIIIIIIIIIIIIII.............................!!!!!!!!!!, AKU BENCI DENGANMU KIM BUM SUNBEEEEEEEEE...........!!!!!!!, KAU TAK PERNAH MENANYAKAN PERASAANKU PADAMUUUUUUU........... AKU BUKAN DIAAA............. AKU MOHONNN..... AKU INGIN HANYA AKUUU YANG KAU LIHAAAAAATTTT...........!!!” teriakan so eun benar-benar memekakan telinga kimbum sekaligus mengagetkannya
“benarkan apa yang kudengar tadi????”
“kau pikir aku bercanda..?, kau benar-benar keterlaluan..!!”
“gomawo.. eun-a”
Kimbum seketika menarik so eun ke dalam pelukannya.
“gomawo..” ucap kim bum sekali lagi
“mwo..? aisshhh...”
“aku tak tak tahu kalau kau akan semarah itu”
“mianhae.. mengecewakanmu.. aku ini tipe cewek pencemburu..”
“gwenchana..”
Hening seketika..
So eun mengangkat wajahnya dan otomatis bertemu pandang dengan kim bum. Tatapan itu perlahan meredup seiring dengan mendekatnya wajah itu.. kecupan sayang tergambar jelas.
End flash back
“kau beruntung eun-a” tutur hye sun setelah mendengar cerita so eun
“ne.. aku semakin mencintainya”
“chukkae eun-a..”
“gomawo, aku berharap kau juga bahagia, meskipun aku tahu kalau joongie oppa sangat mengagumimu sun-a, tapi cinta tak bisa dipaksa.. kau tak perlu khawatir sun-a bahwa aku akan marah, aku syang kamu sun-a, seperti saudaraku sendiri”
Mendengar ucapan so eun, hye sun pun langsung memeluk so eun erat.. tapi belum lama mereka berpelukan, tiba-tiba terdengar suara yang halus dari belakang hye sun.
“yaa... apa hari ini kau mau pulang denganku?”
So eun langsung melepas pelukannya
“oppa...!”
“mwo?, oppa?” hye sun nampak keheranan
Hye sun memutar badannya dan mendapatkan seseorang yang tak asing.
“sunbe..?”
“haha... mianhae sun-a.. aku harus pergi dulu.. kau tak keberatan kan?”
“gwenchana eun-a.. kau pergi saja.. nanti kau dapat masalah lagi dengannya” ucap hye sun sambil menunjuk kearah laki-laki yang baru saja datang itu, dan tak lain adalah kim bum..
“yaa... eun-a.. apa yang tadi aku dengar itu sungguhan?, kau memanggil kim bum sunbe dengan sebutan oppa?”
“ne..” jawab eun sambil malu
Dan berlalu setelah pamitan dengan hye sun.
****
Langkah hye sun agak terlihat malas untuk sampai di depan gerbang kampus. Sesampai di sana, terlihat sebuah mobil spot yang sangat tak asing baginya.
“mino-a???”
Bersambung…
fanfic minsun/crazy duck/part 16
Crazy duck Part 16
Cast
Lee min Ho as Lee min Ho
Goo hye Sun as Goo hye sun
Choi si won as park hyun joo
Yoon eun hye as Goo yoon ah/yoona
Kim so eun as kim so eun
Kim bum as kim bum
“omma..?” cetus hye sun tak percaya
“mwo..?, omma..?” yoona tambah tak percaya.. dia kenal betul dengan wajah itu, meskipun sudah 17 tahun tak berjumpa.. tapi itu suatu guncangan yang keras bagi yoona yang dengan tiba-tiba melihat wanita yang selama ini meninggalkan dirinya dan hye sun.
Goo Yoon Ah
Apa aku harus memeluk dan berteriak memanggil dia omma??, sangat tidak etis.. apa ini menjadi hadiah di hari bahagiaku atau hanya akan memperkeruh suasana??, kenapa kau baru muncul sekarang?, kemana kau ketika ku membutuhkanmu??
Pertanyaan itu berkecamuk di hati yoona
tak jauh beda dengan hye sun, tapi karena sebelumnya ia sudah bertemu, jadi tak mengejutkannya.. yang ia kejutkan..
Goo Hye Sun
Apa yang aku lihat ini sungguhan?, oh.. tuhan terima kasih.. apa kau telah meluluhkan hati wanita yang sempat tak mengakui ku sebagai anaknya ini?, sebagaimana pun aku mencoba tak percaya, tapi nyata ia memang ada di hadapanku..
“omma..!” cetus hye sun, tentunya mengagetkan yoona
“yaa.. sun-a!, apa kau bilang?, omma..?”
“ne.. onnie.. aku berhasil membawakanmu hadiah terindah..”
“aniyo sun-a.. ini bukan hadiah yang kuinginkan..”
“mwo..?, apa yang kau katakan onnie..? ini omma kita..”
“mianhae sun-a.. jika hadiah yang kau kira itu dia, kau salah besar.. mana mungkin aku menganggap seseorang yang selama ini meninggalkan kita sebagai hadiah terindah di hari bahagiaku..?”
“onnie...!”
“kau tak tahu bagaimana ia meninggalkan kita sewaktu kecil.. hanya mementingkan materi..”
“ne.. yoona-a.. omma tak bisa memaksamu untuk menerimaku kembali, tapi jujur saja.. selama ini omma sangat merindukan kalian, jika bukan karena..”
“karena materi.. jika bukan karena materi,, kau tak akan meninggalkan aku dan hye sun kan?” potong yoona
“onnie.. kau jangan bicara seperti itu..”
“wae sun-a..? apakah sekarang kau berbalik membela wanita ini..? onnie sudah cukup kecewa sun-a..”
“tapi..!
“sudahlah.. sun-a.. omma mengerti.. memang tak pantas omma berada di sini..”
Mrs. Joon hendak meninggalkan tempat itu, tapi hye sun memberhentikan langkahnya.. suasana yang tadinya tenang kini berubah menjadi panas.. wartawan tak henti-henti memotret Mrs. Joon yang ternyata adalah seorang ibu dari aktris Goo Yoon Ah, bagaimana tidak.. Mrs. Joon juga memiliki nama yang cukup tenar dikalangan Entertain, aktris sekaligus istri dari produser film ternama.. ternyata memiliki masa lalu yang rumit, dan di hari pertunangan yoona.. semua terungkap..
Suara hye sun kembali menggelegar
“ommaaaaaa........!!!, aku mohon jangan pergi lagi...!” teriak hye sun di sela tangisan yang sejak kapan membanjiri pipi mulusnya
“mianhea sun-a.. omma memang tak pantas berdiri disini..”
“ANIYOOOO.......!” teriak hye sun, kemudian pandangannya beralih ke yoona
“onnie.. mianhae.. selama aku di jepang.. aku dan omma sudah bertemu.. dan tak sempat mengatakan pada onnie..”
“mwo...?, kenapa kau tak mengatakan pada onnie...?
“aku tak ingin membebani pikiranmu...aku percaya, omma pasti punya alasan menolakku saat itu, tapi malam ini membuktikan bahwa.. dia tak melupakan kita..”
“mengapa bisa kau berkata seperti itu..?, kau pikir onnie bisa menerima begiu saja..”
“yaa.... aku mohon onnie beri waktu omma untuk menjelaskannya” tangis hye sun kembali tak terbendung.. mino yang dari tadi sedikit jauh.. kini mendekat menuju hye sun, dirangkulnya tubuh mungil itu yang mulai melemas, melihat perdebatan hebat antara hye sun dan yoona.
“araseo.. aku akan mendengarkannya.. ini semua demi hye sun..!”
Acara itu masih berlanjut, yoona meminta MC untuk tetap melanjutkan, sementara di dalam rumah nampak yoona, hyun joo, hye sun, mino dan Mrs. Joon berbicara serius...
Setelah cukup lama berkutat dalam ego masing-masing.. akhirnya salah satu diantara mereka mengalah.. menerima dengan lapang dada.
..............
“gomawo yoona-a.. omma janji akan tinggal dengan kalian.. apapun keputusan suamiku.. aku akan tetap memberitahukannya tentang ini..”
Yoona dan hye sun kemudian serempak memeluk Mrs. Joon dengan erat..
“ok.. sekarang.. kita harus kembali ke tempat seharusnya.. acara pertunangannya belum berakhir.. ne..?” cetus hyun joo mencoba mencairkan suasana
“ne..” [yoona]
Mereka pun kembali untuk melanjutkan acara yang tadi sempat heboh.. ketika berada di depan para tamu undangan, yoona pun dengan bangga memperkenalkan Mrs. Joon sebagai ommanya.. suara tepuk tangan riuh terdengar..
Acara pertunangan cukup meriah, sahabat hye sun juga hadir di acara itu, kim so eun datang dengan senior dan sekaligus pacarnya itu, sempat hye sun berbincang bincang dan melepas rindu dengan sahabatnya itu.
“sun-a.. akhirnya kita bertemu lagi.. pogoshippo sun-a..”
“ne.. kau pikir aku akan selamanya di jepang apa..? aku hanya 2 minggu disana”
“apa kau tak meridukan sahabatmu ini..?”
“yaa... eun-a.. tentu saja aku sangat merindukanmu.. besok hari senin aku juga sudah
masuk kuliah..”
“bagaimana rasanya.. Mr. Hyun, dosen muda kita jadi calon kakak iparmu?”
“tentu aku merasa senang ternyata onnie bisamenemukan kebahagian yang tak perna di bayangkan sebelumnya..”
“ne.. apalagi sekarang omma kalian sudah kembali...”
Senyum hye sun tergambar jelas di bibir mungilnya.
****
Sabtu malam, Tepat pukul12.00 acara pertunangan itu selesai juga, sebagian tamu undangan sudah meninggalkan tempat.. namun tak termasuk keluarga Lee dan keluarga Park
“sangat beruntung rasanya, semua bisa berkumpul di acara ini” tutur yoona agak terharu
“tentu saja terasa semua lengkap..”[hye sun]
“Mr and Mrs. lee, terima kasih untuk kedatangannya ya..”[yoona]
“kami juga merasa senang menghadiri acara pertunanganmu”
“sun-a.. omma dan appa pulang dulu ya..” pinta Mrs. Lee
“ne.. gomawo omma..” tutur hye sun sambil merangkul wanita paru baya itu
*jangan bingung ya.. chingudeul.. omma hye sun sekarang jadi 2, ommanya lee min ho dan omma kandungnya hye sun.. mianhae..*
“yaaaaa..?, cepat sekali..?” cetus dongsaeng mino yang sejak tadi hanya bisa diam itu, dan sekarang mulai angkat bicara. Nampaknya kehadirannya tak semua orang menyadari, termasuk hye sun
“onew-a.. aku kira kau tidak ikut datang”
“yaissshhh... aku pasti datang noona-a.. apalagi karena ada kau di sini.. jadi aku sangat bersemangat”
“eh..eh... kau sudah lupa onew-a..?” cetus mino menyadarkan onew
“aniyo.. aku tak akan lupa...”
“araseo.. jadi jangan coba macam-macam, ne..?”
“ne..”
Suara tertawa terdengar riuh di tengah obrolan diantara mereka....
****
Beberapa menit berlalu..
Keadaan mulai sunyi.. Mr and Mrs Park, beserta hyun joo akhirnya pulang juga.. mungkin rasa capek telah menghinggapinya. Begitupun yoona dan mrs. joon.. segera meminta ijn untuk masuk kekamarnya untuk tidur. Mengingat persiapa yoona dari sore hari hingga jam seginian, tentu membuatnya sangat letih, begitupun dengan ommanya yang baru habis melakukan perjalanan dari jepang.. tentu sangat membuatnya kelelahan..
“sun-a.. apa kau masih mau di sini?, onnie dan omma mau istirahat dulu..”
“ne..” jawab hye sun singkat
“annyeong chumusipsiyo...”
Selepas kepergian yoona dan ommanya, kini suasana benar-benar sepi.. hanya terdengar suara angin, entah kenapa malam ini hye sun tak merasakan kantuk sedikitpun.. ia pun berjalan-jalan di belakang rumahnya, kemudian duduk di bangku panjang dekat air mancur itu, menyandarkan tubuhnya di bangku itu.. mata bulat hye sun menerawang ke atas langit, melihat bintang-bintang di atas sana.. entah apa yang kini membuatnya amat tenang.. nyanyian kecil mulai terdengar merdu dari bibir mungil itu.. tanpa terasa dua butir air mata keluar dari pelupuk matanya.. mengalir perlahan ke dua pipi mulus itu..
“gomawo omma...!, aku tak pernah menyangka akan sebahagia ini.. membayangkan apa yang pernah terjadi di jepang kemarin, rasanya aku tak percaya kau bakal muncul di acara pertunangan yoona onnie, apa aku sedang bermimpi..?” hye sun coba bertanya pada dirinya sambil tersenyum simpul, namun tiba-tiba jawaban dari seseorang mengagetkannya
“aniyo.. kau tak bermimpi sun-a...”
Hye sun segera membalikan tubuhnya dan segera melihat siapa orang yang berdiri di belakangnya itu.
“mwo..?, mino-a...!!, kau kenapa masih ada di sini.. bukannya tadi kau sudah pulang...?”
“ne.. aku tadi hendak pulang, tapi ada sesuatu yang tertinggal, makanya aku kembali..”
Mendengar jawaban mino, hye sun segera bangkit dari duduknya.. dan menangkap sinar mata mino
“apa.. apa yang tertinggal..?”
“dhoo...” jawab mino halus
“mwo..? aku?”
Mino mendekat ke hye sun, lalu menghapus air mata hye sun yang masih tersisa di pipi mulusnya.
“waegude sun-a..?, kenapa lagi..?, apa yang membuatmu seperti ini?”
“aniyo...!, aku hanya merasa tak percaya dengan apa yang terjadi.. serasa seperti mimpi..”
“aniyo.. ini bukan mimpi..”
“bagaimana aku bisa percaya kalau ini bukan mimpi..?”
“tentu mudah..apa kau merasakan kehangatan tanganku?”
“ne.. aku bisa merasakannya..” jawab hye sun, matanya meredup perlahan, ketika tangan hangat mino menyetuh pipi mulusnya”
“sekarang.. apa kau sudah yakin kalau ini bukan mimpi..?”
“ne.. ini terasa hangat.. aku yakin ini bukan mimpi”
Mata yang sempat meredup, kini terbuka perlahan, mendapati mata tajam mino jatuh tepat di bola mata hye sun.. pandangan mereka bertemu.. namun pandangan tajam itu, kembali meredup dan wajah itu mendekat perlahan.. hembusan nafas terasa sangat hangat keluar dari keduanya, hidung itu kini bersentuhan, pelan tapi pasti.. bibir itu mulai bertaut, hye sun dapat merasakan aliran darahnya berdesir keras, tubuhnya mulai menegang ketika bibir mino bermain dengan ganas di dalam mulut hye sun yang mulai menganga, lumatan-demi lumatan didaratkan mino.. hye sun mulai membalas setiap lumatan itu, nafsu telah membuat mereka kalap.. antara senang dan sedih bercampur jadi satu.... mino melepaskan ciuman di bibir hye sun, beralih ke pipi mulus hye sun, kecupan lembut di daratkan bertubi-tubi, hye sun hanya bisa pasrah dengan kelakuan mino, tak terasa tangan hye sun menjambak rambut tebal mino.. . ciuman itu turun dari pipi menuju leher jenjang hye sun..
Setelah 5 menit hanyut dalam kobaran asmara, nafas mereka terdengar lebih cepat dari biasanya.. sebuah kata-kata yang sudah berapa kali terucap kini diucapkan kembali
“sun-a...” tutur mino tepat di depan wajah hye sun yang berjarak 2 senti darinya
“mwo?”
“sa-rang-hae-yo.... saranghaeyo sun-a...!”
“ne.. itu sudah berapa kali kau ucapkan”
“aku tak kan bosan mengatakan itu karena aku ingin kau selalu tahu, bahwa perasaanku padamu tak akan pernah hilang, pikiranku akan selalu tertuju padamu, otakku hanya berisi tentangmu, hatiku akan selalu berdegup menyebut namamu, tak akan ku siakan waktu, walau 1 detik sekalipun, tanpa mengingatmu..”
“go-ma-wo...” bisik hye sun lembut tepat di telinga mino, dan kemudian mata itu kini bertemu pandang lagi.. tanpa ragu mino mendaratkan ciuman mautnya sekali lagi.. lebih dalam dan lebih menggairahkan, lebih ganas, lebih, lebih, dan lebih... sampai tak memperdulikan sekitar... berkali-kali cahaya blitz menerpa wajah minsun...
*ohhh... tidakkkk.... mupeng abis diriku...!, bikin adegan ini... BerKTT ria..*
****
“Sarapan sudah siap....!!”
“ne...wahhh... gomawo omma..”[hye sun]
“yaa... omma...!, kau yang membuat semua sarapan ini?” tanya yoona tak percaya
“tentu saja.. omma ingin memasakan anak-anak omma sarapan, omma mau menebus kesalahan yang pernah omma buat”
“mwo..?, perkataan apa itu..?, omma jangan bicara seperti itu, aku dan onnie sangat senang bisa menikmati sarapan yang omma buat”
“gomawo sun-a, yoona-a..!”
“aisshhh.... apa-apaan ini..?, hari ini aku tidak mau melihat tangisan lagi...” cetus yoona
“ne..” hye sun memantapkan
“araseo.. kalau begitu cepat makan..omma tak mau melihat ada yang tersisa, omma sudah membuatkan sarapan kesukaan kalian..”
“assa....!” seru hye sun dan yoona kegirangan layaknya anak yang baru mendapatkan mainannya
Setelah 15 menit menikmati sarapannya, kemudian omma mereka mengambil sebuah koran pagi ini untuk dibaca, sebuah wajah yang tenang.. tapi seketika berubah panik, ketika melihat halaman depan dari koran itu yang bertuliskan
#SEORANG AKTOR TERNAMA LEE MIN HO YANG BARU MENGINJAKAN KAKINYA DI DUNIA ENTERTAIN, TERLIBAT MEMILIKI HUBUNGAN ASMARA DENGAN MANAJERNYA SENDIRI !!#
Mata Mrs. Joon terbelalak lebar..
“mwo... apa-apaan ini..?”
“wae omma-a...?” tanya hye sun dan yoona hampir bebarengan
“lihat ini..!” Mrs. Joon menyerahkan koran itu pada yoona
“mwo...?, bagaimana bisa..?”
“wae?, wae onnie-a...?” tanya hye sun penasaran
Yoona tak bisa berkata apa-apa, tangannya terasa dingin, lalu hye sun merebut koran itu dari tangan yoona, dan tak kalah kaget dari omma dan onnienya, hye sun lebih kaget dari mereka
“yaa... apa-apaan ini... bagaimana bisa?, apa yang akan ku lakukan?”
Hye sun nampak panik.. bagaimana tidak.. beberapa foto-fotonya dengan mino yang sedang berciuman, entah kapan foto itu diambil, hye sun hafal betul dimana foto-foto itu diambil... seketika ia beranjak dari duduknya.
“yaa.. mau kemana sun-a?” tanya yoona
“menemui mino..”
“tidak mungkin dalam situasi seperti ini.. pasti para wartawan sedang memenuhi rumah mino”
“aniyo.. para wartawan itu tak mengetahui rumah mino..”
“untuk sekarang ini apapun bisa terjadi, kemungkinan terburuk bisa terjadi sun-a..!”
“aku tak peduli.. yang penting sekarang aku bisa bertemu dengan mino..”
“ne.. araseo.. onnie akan mengantarmu sun-a..”
“ne.. gomawo..”
“omma kami pergi dulu..!”
“hati-hati di jalan..”
“ne.. annyeong..!”
“annyeong..”
Sesampai di depan rumah mino.. hye sun segera berhambur ke luar mobil.. tanpa memperdulikan yoona yang sudah pergi meninggalkan rumah sederhana itu. Hye sun mengetuk pintu rumah itu.. wajahnya terlihat panik, karena pintu itu belum juga terbuka.. sekali lagi diketuknya keras-keras sambil meneriakkan nama mino.. dan akhirnya usahanya berhasil.. nampak mino membukankan pintu itu, ketika pintu itu telah terbuka dan mendapati mino berdiri di depannya, dengan refleks hye sun langsung mendekap tubuh jakung itu.. tapi..
“yaaa...wae sun-a..? haha...ternyata kau sangat agresif ya,?”
“mwo..?, yaissshhhh.....” di tatapnya tubuh itu,
Ohhhh.... no... mino hanya mengenakan sehelai handuk kecil, dengan sekujur tubuh yang masih basah.. rambut itu juga masih meneteskan air dari tiap helainya, Hye sun kemudian langsung melepaskan pelukan itu...
“wae?, kenapa dilepas...?” tanya mino sambil mengerlingkan sebelah matanya
“ini bukan waktunya bercanda mino-a... ini gawat...”
“mwo.. gawat apanya?”
“apa kau sudah membaca koran pagi ini?”
“belum.. Aku baru selesai mandi, tiba-tiba mendengar ketukan pintu.. jadi belum sempat mengenakan pakaian, memangnya ada apa..?”
Mendengar jawaban mino, kemudian ditariknya lengan itu ke dalam, mencari koran pagi ini... setelah menemukan sebuah koran di atas meja makan,..
“baca ini..” seru hye sun sambil menyodorkan koran itu, dan..
“aisshhhh... dari mana mereka dapat gambar-gambar ini?”
“sepertinya itu diambil pas syuting di jepang dan yang ini.. di depan rumahku, sedangkan yang satu lagi.. di halaman belakang rumah, tepatnya kemarin..” jelas hye sun
“tepat sekali.., tapi bagaimana bisa?”
“mereka terlalu pintar untuk dibodohi.. dan aku takut ini akan mengancam karirmu...”
“aniyo.. masalah ini tak ada hubungannya dengar karirku..”
Belum habis pembicaraan mereka, sebuah HP mino berdering di atas meja makan, sebuah panggilan dari pihak perfilman.
“yeoboseo?”
“yeoboseo mino-a..!”
“wae..?”
“aku minta segera kau datang ke studio.. ada hal penting yang mesti kita bicarakan”
“ne..”
Panggilan terputus..
****
“ppalli...!!” seru mino
“mwo..?, apa aku harus ikut juga..?”
“jangan bilang kau mau diam begitu saja disini.. ayo.. pergi”
Tampang hye sun jadi gelagapan..
“yaaa... ppalli...!!” seru mino sekali lagi
“ne...”
Mino pun segera menggandeng lengan hye sun, menuju mobil dan hendak ke tempat rumah produksi..
Berselang 15 menit, mobil itu kini sampai di tempat. Minsun segera menuju ruang tempat Mr. Joo
“annyeong Mr. Joo.. !, wae Mr. Joo..?, aku tak mengerti untuk apa kau memangilku sepagi ini..”
“mianhae minho-ssi..!, saya bukan bermaksud mengganggumu pagi-pagi.. tapi saya hanya ingin memberitahu..”
“mwo?”
“pagi ini.. saya menerima banyak e-mail dari para minoz, mereka sangat kecewa dengan berita pagi ini..”
“lalu.. apa yang harus saya lakukan?, apa saya harus bilang.. bahwa foto-foto itu hanya rekayasa dari para wartawan?, aniyoooo......!”
“saya mohon tenang dulu minho-ssi... ini bukan bermaksud untuk mengambil hak anda.. tapi kami mohon, dengan munculnya foto-foto anda dengan hye sun-ssi, akan membuat peluncuran film terbaru anda akan dicancel, dan jika itu terjadi.. bukan hanya pihak perfilman yang akan rugi, tapi anda sebagai aktor utamanya juga akan mendapatkan denda, ini sama dengan melanggar kontrak kerja..”
“ne.. saya tahu... kemungkinan terburuk dari semua ini, tapi apakah mereka juga tak pernah berfikir seorang aktor juga memiliki sisi lain?”
“tak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini.. tapi kami hanya minta untuk melakukan yang terbaik untuk anda dan karir anda tentunya..”
“ne... benar sekali mino-a” tutur hye sun membenarkan
“aisshhhh.... kau fikir kali ini aku akan mendengarkan kata-katamu..?” jawab mino masih tetap bersikukuh dengan egonya
“lalu apakah kau akan membiarkan masalah ini terus berkepanjangan?”[hye sun]
“aniyo... apa pun yang mereka fikirkan,, aku tak peduli..” seru mino... setelah itu pergi begitu saja.. ia tak mau membicarakan sesuatu yang tak penting..
****
“pagi-pagi sudah bikin hati jengkel.. apa yang salah..??” mino terus menggerutu sepanjang perjalanan menuju rumahnya, selepas obrolan singkatnya dengan Mr. Joo. Melihat mino, hye sun hanya bisa terdiam.. nampak berfikir keras..
Goo hye sun
Apa yang harus ku lakukan..? tidak mungkin aku berdiam diri melihat masalah yang mino hadapi..bagaimanapun perasaanku padanya.. tak mungkin bisa dimengerti para minoz.. apa aku berfikir mereka egois..?, tentu jawabannya tidak.. itu sangat wajar... tentu mereka menginginkan yang terbaik untuk mino, dan sekarang ini aku tahu.. mungkin aku bukan yang terbaik menurut mereka... aku harus memikirkan sesuatu untuk pemecahan ini.. harus...!!
Tampang bingung mino tergambar jelas, ketika mendapati pandangan hye sun tertuju ke luar kaca mobil..
“sun-a...!, waeyo..?”
Hye sun masih tak menjawab
“yaaa.... Goo hye sun...!” teriak mino sambil mengguncang pelan lengan hye sun, dan kali ini usahanya berhasil...
“aaa.... mwoooo...?”
“yaissshhhh malah bertanya balik... aku tanya apa yang kau lihat di luar sana... apakah sudah tak ada view yang lebih bagus di dalam sini..?”
“he... aniyo...” jawab hye sun dengan senyum terpaksa
“lalu apa...?”
“aku hanya berfikir tentang omongan Mr. Joo tadi...”
“sudah lah... kau tak perlu memikirkan omongannya... aku sama sekali tak peduli...!!”
“tapi... aku peduli...!” seru hye sun agak berteriak
“ne... araseo... kau tak perlu sampai seperti itu... bagaimana kalau kita sekarang singgah di kedai itu...?, aku belum sarapan...!” mino seolah mencoba mencairkan suasana
“mwo...?”
“ne....?”
“ne...”
Setelah mendapatkan jawaban hye sun, akhirnya mino memberhentikan limosin hitamnya tepat di kedai itu
“ajhuma... mie ramennya 2 porsi..” mino memesan 2 mangkuk mie ramen
“yaa... perut karet..!” gerutu hye sun
“mwo?, kenapa kau bilang aku perut karet..?”
“lihat saja.. kau memesan 2 mangkuk mie ramen, apa itu bukan namanya perut karet?”
“hahaha... jangan samakan aku denganmu.. dasar babi... aku pesan satu lagi, ya.. untukmu”
“seenaknya lagi...” kekeh hye sun
“apa kau pikir aku tega makan sendiri..?”
“tapi... aku sudah sarapan tadi sebelum ke rumahmu...!”
“gwenchanayo... kau kan si babi... jadi perut itu masih bisa menapung makan sebanyak apapun...” ledekan itu sudah biasa hye sun dengar, biasanya setelah mendengar ledekan mino ia akan menjitak kepala batu itu, tapi kali ini.. entah kenapa ia tak ingin beradu mulut.... melihat perubahan aneh hye sun, mino hampir tak percaya
“wae... tak biasanya kau diam setelah ku ejek..?”
Belum sempat hye sun menjawab, suara halus terdengar..
“shille....!, mie ramennya sudah datang...!”
“gomawo...” jawab mino
Mino menyantap dengan lahap mie ramen itu... jujur saja ia baru pertama manyantap mie ramen di kedai itu, dulu sebelumnya ia pernah mendapati hye sun menyantap mie ramen di kedai itu..
5 menit kemudian..
“hmmm... enak sekali.. pantas saja kau suka makan disini...” cetus mino sambil menatap ke hye sun yg masih tak menyentuh mie ramen itu, terlihat alis mino naik..
“kenapa mie ramennya tak dimakan.. jika ku pikir kau meragukan rasa mie ramen ini, jawabannya pasti tidak.. karena kau pernah tertangkap basah olehku makan mie ramen di sini.. apa kau masih ingat?, di hari pertama musim dingin..?”
“ne.. aku masih ingat”
“lalu apa masalahmu?, apa sudah tak suka dengan mie ramen ini..?, biar nanti aku carikan yang lebih bagus dari ini..”
“aniyo... aku kan sudah bilang kalau aku sudah sarapan...”
“araseo.. terserah kau saja.. mau makan atau tidak...”
****
Keesokan harinya..
Kring...kring....
Jam weker di meja deket mino tidur berbunyi.. laki-laki jakung itu buru-buru ke kamar mandi untuk segera mandi, .. tak biasanya dia bangun sepagi ini..
“hmmm... udara di korea memang segar... hari ini pertama hye sun masuk kampus lagi.. jadi aku tak mau telat...” tutur mino pada dirinya
setelah menghabiskan sarapan paginya, roti dengan selai apel kesukaannya dan tentunya dengan segelas susu hangat.
Limosin hitamnya melesat menuju jalan raya.. hendak ke rumah hye sun, biasa.. rutinitas seorang lee min ho, menjadi sopir pribadi dari managernya sendiri.. setelah 5 menit, akhirnya mino sampai di depan gerbang rumah hye sun. Tanpa ragu mino mengucap salam
“annyeong haseyo...!” seru mino sambil memasang senyum manisnya
Tiba-tiba Seorang dari dalam rumah membukakannya pintu.
“annyeong haseyo... oh.. mino-a...?”
“selamat pagi Mrs. Joon...!” sapa mino sekali lagi, yg ternyata adalah omma hye sun
“aa... waeyo..?, sepagi ini sudah ada disini..?”
“mianhae.. ini sudah jadi rutinitas.. yaa... mana anak itu..?” tanya mino
“nuguseo?”
“yaa... tentu saja hye sun-a..!”
“oh... mianhae.. hye sun tadi pagi-pagi sudah berangkat ke kampus..”
“mwo..?, sudah berangkat..? yaa... kenapa tak menunggu..?”
“dia bilang, hari ini kelas dimulai lebih awal, jadi ia tak mau terlambat..”
“jinja..?”
“yy..ye..” jawab Mrs. Joon ragu
“kalau begitu saya permisi dulu Mrs. Joon...”
“ne..”
“annyeong..!”
“annyeong.. hati-hati..!”
Wajah yang tadinya ceria, berubah menjadi, lesu..
Lee min ho
Aisssssssshhhhhhhhh........!, kenapa tak menungguku dulu.. atau kau bisa bilang padaku untuk datang lebih awal.. aku kira aku akan datang jauh lebih awal dari sebelumnya, nyatanya tidak... aku sangat kecewa.. rasanya entah kenapa pagi ini rasa rinduku lebih tinggi dari sebelumnya.. otakku makin tak bisa berpikir dengan baik, memori otakku sudah hampir penuh, gara-gara memikirkanmu sun-a... tapi kenapa pagi ini kita tak bertemu... pokoknya nanti sepulang kau kuliah kita harus bertemu.. POGOSHIPPO SUN-A......!
****
Pukul 13.00
Siang itu mino sudah menuggu hye sun di gerbang kampusnya, kesalahan terburuk baginya tak hafal jam kuliah hye sun.. jadi mau tidak mau harus mau menuggu sampai jam kuliah berakhir.. jika saja HP hye sun aktif tentu ini bukan masalah.. tapi sayangnya.. dari tadi pagi.. HP itu tak aktif-aktif...
Setelah hampir 4 jam menunggu... akhirnya segerombolan teman-teman hye sun keluar menuju gerbang.. namun sosok hye sun belum muncul juga.. mata mino terus menyapu bersih setiap sudut kampus itu.. dan akhirnya ketemu juga.. tapi..
“hahaha..... sungguh...?, yaa... sejak kapan kau jadi gombal seperti ini..?” suara tertawa hye sun menyentakkan mino, namun hatinya yang sudah kacau jadi tambah kacau..
“siapa... siapa laki-laki yang bersama hye sun..?, berani-beraninya dia merangkul hye sun dengan mesra..!” terlihat wajah mino geram, giginya bergemelatuk hebat, sebuah kepalan terlihat jelas..
“yaaa.... sun-a...!” teriak mino dari kejauhan..
Hye sun melihat ke arah mino, tapi tak mengubris sedikitpun.. senyuman tetap mengembang di sudut bibirnya.. dengan emosi yang meluap mino pun akhirnya menghampiri hye sun dan laki-laki itu
“buugggg!” sebuah tonjokan mendarat di pipi laki-laki itu
“yaaa.... lee min hoooo......” teriak hye sun...
Pandangan minsun terlihat tak bersahabat
“mwo..?, apa yang kau lakukan dengan laki-laki ini..?”
“memangnya apa yang salah..?”
“aku tak suka kau di sentuh oleh laki-laki ini..”
“kenapa sifat kekanak-kanakanmu tak kunjung hilang mino-a..!”
“jadi sekarang kau menyalahkanku, karena memukul laki-laki ini?”
“tentu saja.. siapa yang patut kau salahkan..?, aku?”
“ne.. apa maksudmu melakukan ini padaku?”
“tak ada.. kau tahu kan, aku sudah 2 minggu tak ke kampus, aku sangat merindukan suasana kampus, jika bukan karena kesalahanmu, aku tak akan seperti ini?”
“apa maksudmu?”
“kau tahu tidak.. aku tertinggal banyak pelajaran”
“ohh.... sekarang semua sepenuhnya kesalahanku?”
“aku lelah.. aku lelah jika harus berdebat denganmu tiap hari.. aku..” kata-kata hye sun terhenti
“mwo.. kau kenapa?”
Hye sun mencoba menghela napas panjang-panjang, dan kemudian mengeluarkan kata-kata yang membuat mino terkejut
“aku ingin berhenti menjadi manajermu.. aku ingin fokus dengan kuliahku.. aku sudah tak sanggup...!”
“mwooo...????”
Bersambung...
Langganan:
Postingan (Atom)




















