Crazy duck part 13
Cast
Lee min Ho as Lee min Ho
Goo hye Sun as Goo hye sun
Choi si won as park hyun joo
Yoon eun hye as Goo yoon ah/yoona
Kim so eun as kim so eun
Kim bum as kim bum
Pukul 09.00
Semua sudah kumpul di lokasi syuting.
pengambilan scene pertama
mino masih tenang menjalani adegan yang di lakoninya..
hye sun setia menyaksikan scene pertama itu. Ji hoon yang selalu mencari kesempatan di kala mino tak bersama hye sun, mencoba ingin lebih dekat dengan hye sun, terlihat dari caranya mendekati hye sun.
“annyeong hye sun-ssi...!”
“oh.. ji hoon-ssi...?”
“boleh aku duduk di sini..?” pinta ji hoon sambil menunjuk kursi panjang tempat hye sun duduk..”
“ne...”
“kau sedang melihat apa...?”
“tentu saja sedang melihat mino syuting...”
“apa kau sangat peduli dengannya?”
“mwo..?, pertanyaan apa itu..?”
“aniyo.. aku bukan bermaksud mau tahu.. tapi aku lihat kalian begitu dekat..”
“tentu saja.. aku kan managernya..”
“benar sekali.. tapi sepertinya hubungan kalian lebih dari seorang manager dan artisnya”
“apa maksudnya..?”
“apa kalian pacaran..?”
Hye sun tersentak dengan pertanyaan ji hoon
“mwo...?, ani... aniyo... tentu saja tidak...”
“benarkah..?”
Tampang ji hoon berubah seketika.. matanya berbinar-binar
“ne... apa aku terlihat bohong..?”
“aniyo”
Ji hoon memang sangat senang dengan jawaban hye sun, tidak dengan hye sun.. ditambah dengan ucapan ji hoon yang sangat membuat ia cemburu.
“kau lihat.. !. minho dan jessica nampak serasi ya...?” ucap ji hoon sambil menunjuk mino dan jessica yang tengah berakting
“mwo...?, benarkah..?” tanya hye sun ragu
“menurutku seperti itu.., bagaimana denganmu..?”
Hye sun merasa seperti menelan tulang ikan.. tenggorokannya terasa berat untuk menjawab itu, tapi ia harus menjawabnya.. hanya dengan satu kata.
“ne..”[hye sun]
Di tengah obrolan ji hoon dan hye sun, tiba-tiba ponsel genggam hye sun berbunyi, dan ketika ia lihat siapa yang menelpon, tertera nama yoona onnie, hye sun segera mengangkatnya.
“yeobeseo..?”
“hye sun-a...!!”
“we... ada apa onnie...?”
“aku sudah tak sabar menuggu kepulanganmu dari jepang..”
“we...?, aku masih lama di jepang, belum saja satu minggu..”
“kau tahu sun-a.. onnie sangat bahagia..”
“benarkah..?, apa berita itu onn..?”
“kemari malam, hyun oppa.. mengajak onnie ke rumahnya.. dan bertemu, appa dan ommanya..”
“lalu..?”
“lalu... di sana oppa melamar onnie..!”
“mwo...?”
“apa kau senang sun-a..?”
“tentu saja..!!, akhirnya onnie bisa bahagia dengan hyun oppa...”
“ne...”
“kapan onnie dan hyun oppa akan menikah..”
“hahaha.. sepertinya kau tak sabar ya saeng...?, onnie baru akan mengadakan
pertunangan setelah kembalinya kau dari jepang...”
“aisshh... mengapa aku harus di jepang selama itu...?, seandainya hanya satu minggu.. onnie pasti semakin cepat melangsungkan pertunangan...”
“gwenchanayo dongsaeng-a...”
“onnie... tunggu aku ya...”
“ne.. tentu saja.. kau kan keluargaku satu-satunya...”
Hye sun tersentak mendengar ucapan yoona yang bilang kalau hanya hye sun keluarganya, padahal hye sun sendiri tahu.. jika sekarang ini ia tengah mencari tahu tentang orang yang dianggap ommanya itu.. jadi yoona salah jika menganggap hanya hye sun keluarga yang dimiliki.. ia masih memiliki omma.. tapi hye sun tak akan membebani pikiran yoona dengan itu..
“ya... dongsaeng-a... kenapa kau diam..?, apa kau tak mau mengucapakan selamat pada onniemu ini..?
“ah... mian onnie... tentu saja... aku sangat ingin mengucapkan selamat pada onnie. Jika aku sekarang di dekat onnie.. aku pasti sudah memeluk onnie...”
“kau bisa saja... onnie sangat merindukanmu saeng-a...”
“ne.. aku juga sama onn... chukkae hamnida... onnie-a....?, tunggu aku membawa sesuatu untukmu onnie...”
“ne... onnie tunggu hadiah darimu...”
Setelah mengakhiri panggilan itu, hye sun kemudian nampak berfikir.
“onnie.. aku janji.. ketika aku kembali ke korea.. nanti... aku akan membawa hadiah terbesar di hari pertunanganmu... hadiah yang akan membuat kita bahagia..” pikir hye sun dalam hati
Tiba-tiba ji hoon yang sejak tadi duduk di samping hye sun, kini mulai angkat bicara.
“ada apa hye sun-ssi..?”
“ne.. itu tadi onnieku.. menelpon.. bahwa dua minggu lagi ia akan bertunangan..”
“benarkah...?, aku ucapkan selamat buat onniemu..!”
“gomawo.. ji hoon-ssi”
Hye sun yang asyik ngobrol dengan ji hoon, membuyarkan konsentrasi mino.. di seberang sana, mino tak terfokus dengan aktingnya.. matanya sekilas tertuju pada hye sun yang tengah duduk di kursi panjang itu. Kata-kata CUT.. berulang kali diucapkan Mr. Joo.. karena mino nampak belum bisa memuaskan Mr. Joo
“CUT......CUT......!!!” teriak Mr. Joo agak sedikit jengkel..
“apa-apaan kau ini minho-ssi..?, kita harus segera mengambil scene secepatnya.. jika tidak.. waktu 2 minggu bisa jadi 3 minggu..!”
“mianhae Mr. Joo...” sesal mino
“break sebentar saja.. untuk menyiapakan semua..!”[mr. joo]
Mino kemudian segera menghampiri hye sun yang tengah duduk dengan ji hoon
“yaa... kau ini apa-apaan sun-a..?, kau tidak melihat apa.. aku susah sekali mengambil scene hari ini..”
“kenapa kau salahkan aku..?, itu karena kau sendiri..”
“aku minta kau fokus melihatku berakting... jika nanti aku kenapa-kenapa kau bisa langsung siap, bukan asyik ngobrol dengan dia..” Mino menunjuk ji hoon
“ya.. kenapa kau menyalahkannya.. dia datang kesini.. supaya aku tidak bosan duduk sendiri.. kau pikir enak apa sendiri terbengong melihatmu...”
“jangan salahkan aku jika nanti aku tidak fokus dengan pengambilan scene ini..”
“baiklah.. !!”
Ji hoon yang mendengar ucapan mino.. mau tidak mau.. dia harus mau meniggalkan hye sun.
“mianhae ji hoon-ssi..”
“gwenchana... sun-a.., aku pergi dulu...”
“baiklah... kita mulai sekali lagi...!” teriak Mr. Joo, kemudian mino kembali ke tempat semula.
“aku mohon kali ini.. fokuskan perhatianmu pada adegan ini...!”
“ne..”[mino]
Pengambilan scene selanjutnya.. mino kali ini harus berusaha keras.. hye sun mencoba tetap fokus memperhatikan mino dalam pengambilan scene ini.. menara tokyo sudah menjulang tinggi di atas kepala mino da jessica.. adegan romantis baru di mulai anatara mino dan jessica dalam film “love in tokyo” itu.
Adegan di mulai antara jessica dan mino
“soo yeon-a...!”
“ne..”
“kau tahu.. apa yang kini sedang mengganjal di pikiranku..?”
“bagaimana aku bisa tahu jika kau sendiri tak pernah mengungkapkannya”
“we...?, mengapa kau tak pernah mengerti soo yeon-a...!, apa kau tak pernah
mengerti dengan sikapku selama ini..?”
“aku tak bisa menerka-nerka.. aku ingin suatu kepastian minho-a..”
“apa yang kau inginkan...?”
“aku ingin bukti...”
dengan sigap tangan mino langsung menyentuh kedua pipi soo yeon.. dan mendaratkan ciuman di bibir soo yeon(jessica). Melihat adegan itu hye sun terkejut.. tak bisa dipungkiri lagi.. meskipun itu hanya tintutan skenario, tapi hati nhye sun merasa cemburu dengan apa yang dilihatnya.. mino kini tengah mencium jessica..
Mata hye sun tak berkedip melihat apa yang dilihatnya.. namun hatinya terasa terbakar api cemburu.. apa ia telah berfikir bahwa mino telah mengisi hatinya..?
“CUT...!!”
terdengar teriakan Mr. Joo sambil menepuk tangannya.. tanda pengambilan scenenya.. berjalan mulus..
“bagus mino-ssi... jika terus begini kita bisa menyelesaikannya dengan cepat..”
“gamsahamnida.. Mr. Joo...”
“aku puas dengan aktingmu.. hari ini..aku berharap scene selanjutnya bisa berjalan semulus ini...”
“ne..”
Beberapa jam berikutnya..
Syuting hari ini berjalan mulus, semua nampak berbahagia.. kecuali hye sun.. tampangnya manyun tak berkata apa-apa.. sampai dia menuju kamarnya pun ia masih terlihat manyun.. mino yang dari tadi berjalan di sampingnya yang tengah berjalan di lorong-lorong, menyaksikan itu semua hanya bisa bertanya-tanya..
“ya... kenapa bibirmu dari tadi manyun seperti itu..?”
Hye sun tak menjawab
“yaaa..... apa kau mulai bisu...?”
Masih tak menjawab, mino makin penasaran dengan perubahan hye sun..
“we... hye sun-a...!!”
Mino mempercepat langkahnya dan memberhentikan langkah hye sun.. kini ia tengah berada di depan hye sun. Usaha mino berhasil membuat hye sun bicara.
“ya.. jangan menghalangi langkahku...!!”
“aku tak akan pergi sebelum mendengar jawaban darimu..!”
“jawaban apa..?”
“aisshhh.. apa kau tak mendengar pertanyaanku dari tadi...?, aku tanya mengapa kau seperti ini..?”
“seperti apa maksudmu..?”
“jangan pura-pura bodoh sun-a..”
“yaa... apa kau harus tahu..?”
“ne.. jika ada masalah ku mohon ceritakan padaku, mungkin aku bisa membantu menyelesaikannya”
“kau tak akan bisa”
“apa kau lupa dengan kata-kataku semalam?”
“aku tidak apa-apa.. mianhae.. mungkin aku agak sedikit egois.. jadi anggap ini tak pernah terjadi”
Mino makin terlihat bigung, hye sun berhasil pergi meniggalkan mino yang masih terlihat bingung..
“ada apa lagi ini...?” guman mino dalam hati
mino yang sudah berjanji pada hye sun akan membantunya menyelidiki Mrs. Joon, sangat berusaha keras.. ia juga menyuruh seseorang mencari tahu siapa Mrs. Joon. 1 hari, 2 hari. 3 hari, 4 hari, dan sampai hari ke 7.. akhirnya.. seorang pesuruh mino mendapatkan informasi tentang Mrs. Joon dan tentunya kabar ini merupakan kabar baik bagi hye sun dan mino.
“mino-ssi.. kali ini info yang saya dapat tak akan mengecewakan mino-ssi..”
“bagaimana hasil pengintaian selama 1 minggu ini..?”
“saya mendapat kabar.. bahwa Mrs. Joon memang pernah menikah sebelum
dengan Mr. Joon.. sebelum menjadi sekarang ini, mrs joon adalah ibu rumah tangga biasa dengan 2 orang anak perempuan dan seorang suami yang sangat mencintainya, namun 17 tahun yang lalu ia dan suaminya bercerai dan meniggalkan mereka..”
“joasseo..!, lalu apa anda mengetahui hal lainnya..?”
“mereka dulu tinggal di desa jeju, tapi karena Mrs. Joon tak tahan hidup menderita, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan desa jeju dan keluarganya.. dan menikah dengan mr joon”
“ini adalah berita yang bagus.. pasti hye sun sangat menyukainya.. gamsahamnida untuk informasi.. saya sangat senang bisa bekerja sama dengan anda”
“ne.. cheonmaneyo mino-ssi”
Ternyata waktu di jepang tak terasa berlalu, ini sudah hari ke 9, selama mino sibuk dengan syutingnya, ia ternyata diam-diam menyuruh seseorang menyelidiki Mrs. Joon.. dan tentu ini akan menjadi kejutan untuk hye sun.
sore itu adalah pengambilan scene yang terakhir, mino sudah tak sabar untuk bisa mengakhiri scene hari ini, meskipun kali ini ia harus rela mencium jessica, tapi demi mempercepat syuting untuk film ‘love in tokyo’ nya, ia harus bisa mengendalikan diri. Tapi lagi-lagi hye sun merasa cemburu melihat mino mencium jessica.
“jadi begini dunia entertain?, bersedia melakukan semua hanya untuk profesi.. jika di suruh ini, mau.. di suruh itu, mau.. tapi apakah harus seperti itu..?” hye sun terus bertanya pada dirinya, seolah tak habis pikir dengan kemantapan mino melakoni perannya, terlihat seperti nyata..
“CUT... CUT....!!” seruan itu kembali terdengar, suara tepukan terus saja terdengar..
Hari ke 10
Mino masih sibuk dengan filmnya.. ia betul-betul tak menyadari kalau hye sun cemburu setengah mati.. melihat mino dan jessica bemesraan di depan matanya, meskipun hanya sebuah tuntutan skenario, tapi sungguh tak bisa dipungkiri.. hye sun benar2 kebakaran jenggot... setiap kali melihat adegan mesra mino dengan jessica.. selalu terlontar kata2
“seandainya aku bukan managermu..?, jadi aku tak perlu melihat adegan mesra ini, apalagi jika harus melihat secara langsung... adegan yang diulang beberapa kali.. hingga membuat hati ini panas, bukan saja hatiku... tapi mataku terasa panas.. butiran air mata yang keluar terasa sangat panas.. jika seseorang melihatku seperti ini pasti mereka akan bertanya...ada apa denganku???, tiba-tiba meneteskan air mata... namun ku coba untuk tak menampakan itu semua.. sangat terlihat konyol... jika harus menangisimu.. kita tak punya ikatan apa-apa, kecuali seorang manager dengan artisnya. Sepertinya aku melupakan itu...”
“yaaa... goo hye sun... sadarlah... kau bukan apa-apa...!!”
hari 10, hari ke 11, sampai hari ke 13.. harus bisa menahan semua rasa sakit.. tepat dihari ke 13, menandakan semua berakhir, syuting love in tokyo telah berakhir. Selepas syuting yang memakan waktu hampir 2 minggu itu, membuat mino sangat lelah.. rasanya sekarang ia ingin menumpahkan semua rasa lelah dan senang itu... kepada hye sun. Ia berhasil menyelesaikan syting itu dalam waktu 13 hari, jadi ada waktu satu hari untuk bisa menikmati kota tokyo dengan bersantai-santai saja. Mata mino langsung tertuju pada hye sun yang selalu setia duduk di bangku panjang untuk melihat mino.
“sun-a.. aku tak menyangka syuting love in tokyo akan segera berakhir..”
“hm.. chukkae mino-a..!” jawab hye sun agak sedikit lemas
“aku ingin bicara banyak padamu” ucap mino pada hye sun, dan langsung menarik tangan hye sun menuju tempat yang aman untuk membicarakan itu semua. Sebuah tempat yang sepi telah memberhentikan langkah mino.
“sun-a.. aku pikir ini tempat yang tepat untuk mengatakan ini..”
“we..?, kau hendak mengatakan apa?”
“aku sudah mendapatkan sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum puas”
“mwo?, apa itu?”
“selama satu minggu lebih ini, aku menyuruh seseorang detektif untuk menyelidiki Mrs. Joon”
“MWOOOO?”
“dengar dulu... kau pasti akan sangat senang...”
“ne..”
“jadi selama ini.. firasat mu tentang Mrs. joon itu semua benar..”
“benarkah..?”
“ye.. ternyata dulunya Mrs. Joon adalah ibu rumah tangga biasa dengan 2 orang anak perempuan dan seorang suami, 17 tahun yang lalu meniggalkan desa jeju demi mewujudkan impiannya menjadi seorang artis..”
“sungguh...?” tanya hye sun kegirangan sambil menarik lengan mino erat
“ne....!” jawab mino singkat
“akhirnya semua itu bisa terungkap.. apa yang sekarang kita lakukan..?”[hye sun]
“tentu saja mengatakan kalau kau itu adalah anaknya..”
“aku sudah tak sabar memeluk dan memanggil dia omma..”
Mata hye sun nampak berkaca-kaca..
“yaa.. kenapa kau sedih seperti itu?”
“aku tidak sedih, ini air mata bahagia..”
“aku senang jika kau senang..”
Senyum terpancar dari keduanya, mino tak pernah melihat hye sun sebahagia itu.
“ini pasti akan menjadi hadiah terbesar untuk onnie”
“ne.. dia pasti juga senang sepertimu”
“sepulang ku dari jepang nanti, onnie akan melakukan pertunangan”
“mwo..?” wajah mino agak sedikit terkejut
“we..?, kau tak senang mendengar onnie akan bertunangan..?”
“aniyo.. tentu saja aku senang..”
“tapi mengapa harus terkejut seperti itu..?”
“apa kau masih tak bisa merelakan onnie dengan orang lain..?” pertanyaan dalam hati hye sun, pertanyaan yang sangat mengganggu pikiran hye sun.
“mwo..?, aku bilang aku senang..”[mino]
“tapi kau mengatakannya dengan terpaksa..”
“aku tak mengerti apa yang kau katakan”
“katakan saja yang sejujurnya, kau masih menyukai onnie kan..?”
“aisshhh... aku dulunya memang menyukainya, tapi sekarang perasaan itu hilang begitu saja, araseo..?”
“apa kau menyukai perempuan lain?”
“ne..” jawab mino tegas
“kau pandai sekali mengatur perasaanmu, dalam sekejap mencintai, dan sekejap pula melupakan”
“aishh... sun-a.. apa kau bisa bicara lebih jelas sedikit?”
“dulu kau bilang menyukai onnie, tapi sekarang kau dengan cepat melupakannya”
“kau sendiri yang bilang kalau onniemu suka dengan laki-laki lain, jadi untuk apa mempertahan cinta itu?”
“kau benar!!”
Hye sun rasanya baru memahami mino sekarang.. apa kau begitu mudah melupakan seseorang, dengan mudah mencintai seseorang, dan juga dengan mudah mematahkan hati seseorang..?, pertanyaan yang terus terlontar dari dalam hatinya, rasanya saat ini ia tak ingin menatap wajah mino. Ingin segera pergi dari hadapan mino.. tapi mino mengurungkan niatnya.
“yaaa.. kau mau kemana?, mau pergi begitu saja?, aku tak tahu apa yang kini kau pikirkan terhadapku, tapi asal kau tahu.. perasaanku sekarang.. hanya bisa mencintai satu hati, dan aku merasa sangat ingin selamanya untuk mencintainya..”
“kau benar-benar mencintainya..?”
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar