Crazy duck*
CAST DAN KARAKTERNYA
LEE MIN HO as LEE MIN HO
Lee Min Ho adalah seorang actor muda ternama di korea, umurnya kini menginjak 23 tahun, suka dengan perempuan yang lebih dewasa dari dia, sikapnya sangat dingin jika bersama seorang perempuan, kecuali dengan orang yang disukainya Terlihat sangat angkuh, Meskipun begitu, hatinya sangatlah baik, kata cengeng adalah kata yang paling dibenci. Dia juga laki-laki yang sangat keras kepala.
GOO HYE SUN as GOO HYE SUN
Goo Hye Sun yang kini berumur 21 tahun adalah seorang mahasiswi di universitas yang cukup ternama di korea, dunia kesehatan adalah tempat dimana ia kini memperoleh ilmunya. dia adalah mahasiswi yang cerdas, namun ia juga bisa bersikap konyol sewaktu-waktu, perempuan yang susah ditebak dan sangatlah keras kepala, namun ia juga seperti perempuan kebanyakan, sangatlah cengeng
CHOI SI WON as PARK HYUN JOO
Park Hyun Joo adalah seorang dosen muda di universitas dimana hye sun kuliah, umur 24 tahun, banyak dari mahasiswi-mahasiswi yang mengidolakannya, bagaimana tidak, dengan wajah tampannya mampu memikat hati perempuan, laki-laki yang satu ini amatlah pendiam, tutur bahasa yang sangat sopan, dan yang jelas baik hati.
YOON EUN HYE as GOO YOON AH
Goo Yoon ah adalah kakak dari Goo Hye Sun, dia juga seorang artis, biasanya dia di panggil yoona, teman sekaligus gebetan Lee Min Ho, dia umurnya 24 tahun, di idolakan para laki-laki, ia sangat menyayangi adiknya.
chapter 1
part 1
“dongsaeng…” panggil seorang perempuan dari balik pintu kamar mandi
“ne.. ada apa onnie…?” jawab hye sun panic
“apa yang kau lakukan di situ?”
“aku sedang membuat sarapan buat kita onnie…, memang ada apa…?” Tanya hye sun untuk kedua kalinya
“onnie mendengar suara handphone bunyi… apa kau tak mendengar..?”
Mendengar jawaban dari onnienya, hye sun kini sadar ,, sejak kapan suara dari Hand phone itu berdering, yang jelas itu bukan miliknya…
“ne onnie.. suara Hand phone milikmu berbunyi….!!” Teriak hye sun sambil membawa HP tersebut
“ bisakah kau menerima panggilan itu untukku..?”
“tentu..” jawab hye sun singkat, setelah itu ia pun menekan tombol untuk menjawab panggilan tersebut, terdengar suara seorang yang tak di kenalnya seberang sana
“yeoboseo..?”
“yaaa… noona..!!, lama sekali mengangkat panggilan dariku… apa noona sudah tak mau menerima telpon dariku..?”
“ye,.. kau siapa..?”
“Aishhh… noona kenapa tiba2 menjadi cepat pikun sich..?”
“aku Tanya sekali lagi kau siapa…?, memang berat bagimu tuk kasih tau siapa kau?”
“ ya… kau bukan Yoona noona…!, mana dia..?, kau siapa..? ” Tanya laki-laki itu
“aku memang bukan dia.. aku dongsaengnya…” jawab hye sun tegas
“pantas saja.. nada bicaranya.. tinggi seperti ini,… mana yoona noona..?”
“dia sedang mandi, dia memintaku untuk menerima panggilan ini..”
“kalau begitu nanti ku telpon dia lagi..,”
Belum sempat hye sun tau namanya, tepon sudah terputus
“yaa..ya.. kau siapa?” tak ada jawaban, yang terdengar hanyalah suara “ tuuut..tuut”
Mendengar itu hye sun menggerutu tak jelas.., namun dia sadar ada yang terlupakan.. nasi goring kesukaan yoona, yang jadi sarapannya dan yoona ternyata..
“hmmm bau apa ini…?” Tanya yoona ketika keluar dari kamar mandi, itu pula yang menyadarkan hye sun,..
“kyaaa… nasi gorengnyaaaaa…!!!!” teriak hye sun sambil belari terbirit-birit, dan segera mematikan kopor gas itu.
Nampak nasi goring yang di buat khusus untuk onnienya, kini tinggal nasi goreng yang sebagian sudah tak layak untuk di sajikan……
Yoona yang melihat itu juga tertawa kecil melihat sikap ceroboh dongsaengnya yang tak hilang-hilang, meskipun hye sun seorang mahasiswi yang cerdas, namun ia punya kecerobohan yang bisa datang tiba-tiba.
“aisshhh… nasi gorengnya…., gimana nichhh…?, onnie… miane..!!” sesal hye sun sambil menundukkan kepalanya
“gwencana dongsaeng… biar nanti onnie sarapannya di lokasi shooting..” jawab yoona menenangkan adik semata wayangnya itu
“lagian ini bukan salahmu.. tadi kau kan menerima panggilan dari hand phone onnie, oya.. siapa yang menelpon tadi…?” lanjut yoona
“ne.. dia gak mau kasi tau namanya.. sepertinya dia teman dekat onnie, sampai2 memanggil onnie dengan sebutan noona…” jawab hye sun
Mendengar jawaban hye sun, yoona pun yakin siapa yang menelpon tadi..
“ya sudah.. onnie minta maaf padamu dongsaeng, gara-gara ada yang menelpon tadi, nasi goreng yang kau buat untuk kita jadi seperti itu.. lain kali kau buatkan onnie lagi ya…” pinta yoona
“ne…” jawab hye sun singkat
Setelah itu yoona masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke lokasi shooting, mengingat propesi yang di jalaninya sekarang, menjadikan ia seorang artis yang sibuk, jarang-jarang ia bisa bertemu dongsaengnya.. dalam satu minggu hanya satu kali, bahkan kadang satu minggu full tidak jumpa dengan dongsaengnya, hye sun. tapi ia berfikir.. semua itu demi hye sun.. dia harus membiayai kuliahnya, ia ingin adiknya tak akan menginjak dunia intertein, seperti dirinya.. hanya dia yang di punya… orang tua mereka bercerai ketika yoona berusia 7 tahun, ibunya meniggalkan ayahnya karena alasan yang sangat tak masuk akal, ketika yoona beusia 8 tahun dan duduk di bangku sekolah dasar, ia dan adiknya hye sun, di tinggal oleh ayahnya untuk selamanya… saat itu yoona kecil hidup mandiri.. bekerja sebagai pelayan, di salah satu mini market dekat rumahnya. Agar ia bisa melanjutkan sekolahnya… awalnya pemilik toko itu menolak permintaan yoona untuk bekerja sebagai pelayan, mengingat usianya yang sangat dini untuk mencari kerja, namun akhirnya.. pemilik itu prihatin dengan keadaannya, apalagi ia hanya hidup berdua dengan adiknya..
Dengan hasil gaji perhari yang di perolehnya.. yoona bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan adiknya, pemilik toko itu sengaja menggaji yoona setiap hari, karena ia yakin yoona memerlukan itu.
Setiap hari yoona harus pintar mengatur keungannya
*****
Pukul 7.30 pagi
Hye sun sedang berada di dalam ruang perpustakaan sebelum nanti jam 8 tepat jam kuliah mulai.. dia sibuk mencari buku-buku yang hendak di pinjam..
“mana bukunya ya…?, dari tadi belum ku jumpai…” gerutu hye sun di sela-sela keheningan suasana perpustakaan…
Tiba-tiba seseorang dari belakang mengagetkan hye sun
“hye sun…a!!”
“yaaa so eun… kau mengagetkanku saja…!!”
“siapa suruh terlalu serius menatap buku-buku di rak ini…” keluh so eun sambil menunjuk rak yang ada di depan mereka
“yaa.. kamu tau sendiri, aku sedang sibuk mencari buku yang akan di bahas nanti ketika jam kuliah mulai,..”
“duuuhhh.. miane hye sun..a..” sesal so eun
“Aku gak mau terlihat bodoh di depan dosen killer itu..” lanjut hye sun
“maksudmu MR. Park…?” selidik so eun meyakinkan dirinya
“ siapa lagi…!!”
“dosen yang satu itu.. membuat hari-hariku selalu merasa ketakutan.. setiap pertanyaan yang di
ajukan, aku tak pernah bisa menjawabnya…” keluh so eun
“aku tak pernah menyuruhmu main-main kan…?”
“hye sun..a.. kau mengolokku ya..?”
“so eun,.. kau seperti tak mengenalku…” cetus hye sun sambil meyiku lengan so eun.. mendengar
ucapan hye sun, so eun pun sadar.. temannya yang satu ini memang.. sangat serius jika sudah melibatkan pelajaran, sungguh beda ketika ia berubah menjadi perempuan yang konyol..
“araseo.. hye sun.. aku Bantu mencari buku yang kau cari..” so eun pun membantu hye sun mencari buku yang dari tadi menyita waktu hye sun.., setelah beberapa menit, buku yang di cari ketemu juga.
****
Pada pukul 12.00, matakuliah MR.Park berakhir, membuat satu kelas yang merupakan kelas hye sun dan so eun, bersorak-sorak.. mendengar pernyataan MR. Park sebelum keluar dari ruang kelas tadi..
Flash back=>
“mohon perhatiannya sebentar.. sebelum saya keluar dari kelas ini, saya mau mengatakan sesuatu…”
Semua yang berada di dalam kelas, bertanya-tanya..
“mahasiswa sekalian.. kalian pasti senang mendengar berita ini… bahwa.. “ kata-kata MR. Park
terputus… mendengar beribu pertanyaan dari seisi kelas itu
“memang berita apa MR. Park…?? Tanya seorang perempuan yang merupakan teman sekelas hye sun
“enggg… mulai besok… saya tak mengajar di sini lagi…” jawab MR. Park dengan tegas
“akan ada yang menggantikan posisi saya.. dan mungkin jauh lebih kalian senangi..” lanjutnya
Mendengar itu.. hye sun merasa bingung,, apakah harus senang atau sedih.. walaupun dia orang yang galak, dia juga orang yang cukup disegani, karena bisa menaklukkan mahasiswa yag nakal-nakal.. bagaimana tidak, seorang yang ditakuti tidak akan selalu membawa kesengsaraan, dia juga memiliki sifat baik.
Hye sun pun tiba-tiba mengajukan pertanyaan pada MR. Park
“miane.. MR. Park.. kalau boleh saya tahu, apa alasan anda berhenti untuk mengajar kami…?, apakah anda bosan mengajar kami…?”
“ha..ha… aniyo… hye sun ssi…!! Jawab MR. Park sambil memamerkan sederet gigi putih yang masih kokoh
“lalu… kenapa anda bisa berhenti mengajar kami…?”
“aku merasa kini saatnya aku pensiun,.. mengingat ada penggantiku.. why not..?” jawab MR. Park
“aku ucapkan…… lanjutkan perjuangan kalian, meski bukan aku lagi…” setelah mengeluarkan kata-kata itu, MR. Park pun keluar dari ruang kelas…
****
Di halaman belakang kampus.. nampak hye sun dan so eun sedang ngobrol..
“akhirnya… MR. Park yang galak tidak ada lagi…” cetus so eun tiba-tiba
“sepertinya kau sangat bahagia..?” selidik hye sun
“apa kau tidak senang dengan pemberhentian MR. Pak…?” Tanya so eun lagi
“entahlah.. soalnya aku tidak bisa menjamin, apakah pengganti MR. Park itu bisa lebih baik dari MR. Park…” jawab hye sun
“aku yakin orang yang mengganti MR. Park adalah orang yang bisa di andalkan..”
“semoga saja..” mendengar kata hye sun, so eun pun menatap sahabatnya itu, kemudian merangkulnya..
“jangan kuatir hye sun.. pasti orang itu.. jauh lebih baik dari MR. Park… kau tak perlu sedih seperi itu.. dia kan tidak meninggalkan kita untuk selamanya..”
Mendengar ucapan so eun, hye sun hanya bisa menampilkan senyum simpulnya.
Part 2
Sore itu pukul 18.00, jam kuliah hye sun berakhir, dia kini harus segera pulang.. nampak So Eun dengan mobil mewahnya menghampiri Hye Sun.
“teett.....teett” bunyi klakson mobil so eun
“Hye Sun-a..!!!” sapa So Eun dari balik kaca mobilnya
“ne..”
“cepat naik..!!, aku antar pulang..!”
“tidak perlu..aku naik bis saja...” tolak Hye Sun
“apa kau tak mau naik mobilku lagi...” keluh So Eun
“aniyo....!!, aku berencana.. ke suatu tempat dulu..!, jadi tidak perlu menghawatirkanku...”
“kau yakin tak mau ku antar pulang...?”
“ne...”
Mendengar jawaban Hye Sun, So Eun pun kemudian meminta ijin untuk duluan, dan menancapkan kembali gas mobilnya..berlalu meninggalkan Hye Sun.
Kini Hye Sun kembali berjalan sendiri menuju terminal bis.. dengan mempercepat langkah kakinya.. jujur saja saat itu ia sangat buru-buru, untuk sampai di rumah.. tak ada suatu tempat yang hendak dikunjunginya seperti yang dikatakan pada So Eun, tapi ia merasa malu terhadap So Eun yang selalu mengantarnya pulang.. dia merasa menjadi beban orang lain, cukup ia merasa menjadi beban buat onnienya saja, dia merasa onnienya terlalu baik terhadapnya.. siang malam harus mencari uang untuk kehidupan mereka, Hye Sun selalu berharap bisa membantu onnienya, sempat dulu ia melamar kerja di sebuah warung makan, dekat dengan tempat kuliahnya, tapi itu diketahiu onnienya, sehingga memarahinya habis-habisan. Yoona berfikir Hye Sun tak menghanggai jerih payahnya selama ini, dengan bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah warung makan, apa yang akan di katakan orang jika tahu.. seorang artis seperti dia membiarkan adiknya bekerja sebagai seorang pelayan toko, orang akan mengira kalau dia tak mampu membiayai kuliahnya, Yoona juga tak mau .. Hye Sun bekerja sebagai pelayan di warung makan itu, karena ia berfikir cukup hanya dia yang merasakan penderitaan itu, ia tak mau hye sun mengalami hal yang sama.. lagi pula kini kehidupan mereka telah membaik, jika Hye Sun bekerja paruh waktu.. itu juga akan mengganggu jam kuliahnya.
Perintah onnienya terus membuat ia merasa menjadi orang yang selalu merepotkan onnienya, Hye Sun bertekad, suatu saat dia akan bisa meyakinkan onnienya.. bahwa ia bisa menjadi lebih berguna dibanding saat ini. Di sela-sela lamunannya Hye Sun kemudian tiba-tiba dikejutkan oleh suara klakson mobil seseorang yang tak dikenalnya
“tuuuuuttt...tttuuut.....!!!” suara klakson itu mengagetkan Hye Sun
“heiii... kau sudah bosan hidup...ya...?” teriak seorang laki-laki dari balik kaca mobilnya...
“yaaa... tidak perlu sekeras itu kan membunyikan klakson mobil milikmu..” teriak Hye Sun tak kalah keras
Mendengar teriakkan Hye Sun laki-laki itupun turun dari mobilnya, dan...
“perempuan sinting.. apa kau sudah bosan hidup...?”
“untuk apa kau teriak sekeras itu.. ha... kau kira aku tuli apa...? balas Hye Sun tak mau kalah sambil memonyongkan bibirnya..
“aishhh.. untung aku masih sabar menghadapi perempuan siting sepertimu...”
“kau bilang aku sinting...?”
“ya.. kau selain sinting.. juga tuli..”
“laki-laki brengsek.. memang ayahmu yang punya.. jalan ini ha...?”
“eh,,,” kekeh laki-laki itu
“sepertinya hidupmu sangatlah membosankan ya..., kau tak tahu kau sekarang sedang berhadapan
dengan siapa...” lanjutnya
“mana aku peduli kau siapa...” tegas Hye Sun
“araseo... tidak penting meladeni bebek sinting sepertimu..., lebih baik aku pergi saja.. masih banyak yang lebih penting dari ini.
“dasar laki-laki brengsek...”
Kini laki-laki itu meninggalkan hye sun yang masih kesal dengan tingkah lakunya..
****
Pukul 18.45
Sesampainya Hye Sun di depan gerbang rumahnya.. ia terkejut melihat apa yang di lihatnya saat itu..
Sebuah mobil bertengger di halaman rumahnya.. mobil itu tak asing baginya..
“ya... mobil itu..” terka Hye Sun
Untuk memastikan siapa pemilik dari mobil itu, iapun segera masuk ke dalam rumahnya.. sungguh terkejutnya ia, mendapati seorang yang sangat membuatnya jengkel
“yaaa.....ka..kauuuuuuu........?, ngapain ada disini........?” tanya laki-laki itu pada hye sun
“seharusnya aku yang tanya, kau kenapa bisa ada di sini....?”
“tentu saja untuk bertemu dengan pemilik rumah ini...” jawabnya tegas
“aiissshh... jangan bilang kau kesini mau bertemu dengan onnie...”
“apa...?, onnie katamu...?”
“ne... Yoona onnie adalah onnieku...”
“ohhh jadi kamu dongsaengnya Yoona noona...?”
“tentu saja... apa kamu tak melihat kemiripan kami.. ha..?”
“he..he.. tentu saja tidak.. kalian jauh beda..., Yoona bagaikan angsa yang cantik..., sedangkan dirimu
Cuma bebek sinting..” ejek laki-laki itu
“dasar... laki-laki brengsek... sampai kau menginjakkan kakimu di rumahkupun, masih sempat menghinaku...”
*Ooo... jika mendengar mereka bertengkar, seakan dunia milik berdua... wah..wah..*
Yoona yang sejak dari tadi berada di dalam kamarnya karena siap-siap untuk pergi dengan laki-laki yang sejak tadi beradu mulut dengan Hye Sun, kini keluar menuju ruang tamu.., ia mendapati dongsaeng dan teman laki-lakinya itu beradu mulut, sehingga membuat Yoona terkejut..
“yaa dongsaeng kau sudah pulang...?, tapi masih di sini..., ada apa ini..?”
“onnie.. apa dia temanmu..?” tanya Hye Sun pada onnienya seolah-olah tak percaya kalau onnienya punya teman seperti laki-laki macam orang itu
“ha..ha.. pertanyaanmu konyol sekali,.. tentu saja dia teman onnie..!, untuk apa ia berada di sini jika bukan teman onnie...” jawab Yoona
“kau masih tak percaya..?” cetus laki-laki itu
“tentu saja aku tak menyangka, onnieku yang baik hati ini punya teman laki-laki seperti dirimu..”
“sepertinya kalian sudah saling kenal ya..?, kalau begitu aku tak perlu mengenalkan kalian satu sama lain..”
“untuk apa kenal dengan laki-laki brengsek seperti dia” jawab Hye Sun ketus
“apakah kamu fikir aku juga mau kenal dengan bebek sinting macam kamu..?
“Mino-ya..!!, bagaimanapun juga dia adikku.., jadi ku mohon hargai dia..” ucap Yoona tiba-tiba
“oo jadi namanya Mino..?, nama yang sangat cengeng...”
“kamu bilang apa... cengeng..?, jangan pernah katakan kata itu.. kalau tidak aku akan bertindak sesuatu yang akan membuatmu lupa, siapa aku..”
Mendengar itu..Hye Sun tak sedikitpun merasa takut, karena ia tak mengerti kemana arah omongannya.. Yoona yang tidak tahu harus bagaimana menghadapi dua orang yang mungkin kepalanya terbuat dari batu.
“yaaa... Hye Sun... Mino...!!, kalian sama sekali tidak menghargaiku di sini” teriak Yoona di sela-sela keributan yang dibuat oleh dua orang itu.
Mendengar teriakan Yoona, Hye Sun pun merasa bersalah dengan onnienya itu
“miane..onnie..” ucap Hye Sun dengan rasa bersalah
“sudahlah..oya..onnie mau pergi dongsaeng..setelah kembali nanti, apa kau tak mau makan sesuatu?” tanya Yoona pada hye sun dengan lembut
“tidak perlu onnie.. aku cukup makan makanan rumah saja...nanti aku suruh pelayan membuat sesuatu untukku...”
“kalau begitu, onnie pergi dulu...” sembari berkata itu, yoona langsung menggandeng tangan laki-laki yang bernama Mino, lebih tepatnya LEE MIN HO
Bersambung..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar