Crazy duck part 17
Cast
Lee min Ho as Lee min Ho
Goo hye Sun as Goo hye sun
Choi si won as park hyun joo
Yoon eun hye as Goo yoon ah/yoona
Kim so eun as kim so eun
Kim bum as kim bum
Saatnya penambahan cast baru, mianhae.. seiring dengan alur cerita, maka castnya juga akan bertambah...
Met membaca aja dech.. moga gak da yang bosen..^’^
****
“Seberapapun aku memikirkannya, aku masih tak percaya dengan apa yang ku dengar tadi.. kau benar-benar membuatku bersalah sun-a...!, apa selama ini aku hanya memberimu beban.. apa benar selama denganku kau begitu terbebani..?” pertanyaan itu terus berkecamuk dalam hati mino
Tampang kesalnya tak henti tersirat.. menatap langit-langit kamarnya, memikirkan kata-kata hye sun tadi sore..
Flash back..
“aku ingin berhenti menjadi manajermu.. aku ingin fokus dengan kuliahku.. aku sudah tak sanggup...!”
“mwo..?, jangan bercanda sun-a.. kau pikir ini lucu..?”
“aniyo.. aku sudah memikirkan ini baik-baik, menurutku ini adalah jalan terbaik, untukku dan untukmu..”
“hehe..” kekeh mino tak percaya
“aniyo.. bukan yang terbaik untukku.. hal yang terbaik untukku.. adalah bisa bersamamu.. arasseo..?” lanjut mino tak terima
“mino-a.. jangan egois..!, jika ini menurutmu adalah yang terbaik untukmu, bagaimana denganku..?, ini adalah sesuatu yang tak baik bagiku..”
“jinja..?, aku tak pernah berfikir kau akan mengatakan ini, apakah aku begitu menyebalkan?”
“hanya dirimu yang tahu..”
“ne.. aku merasa aku tak pernah membuatmu merasa sebal.. meskipun kadang-kadang ada percecokkan antara kita, menurutku itu bukan hal yang harus diperbesar-besarkan”
“kude...!, itu memang benar.. tapi aku sudah benar-benar capek, mulai saat ini kau tak perlu menyibukkan dirimu untuk mengantar jemputku.. arasseo?”
Selepas kata-kata itu hye sun pun berlalu.. bagaimana tidak hati mino dibuatnya panas.. hye sun berlalu tanpa membalikkan tubuhnya lagi, pergi begitu saja dengan teman laki-lakinya..
End flash back
****
“yeoboseo..?”
“ne... yeoboseo hye sun-a..!”
“mianhae.. chongmal mianhae... soal tadi sore.. aku sangat merasa bersalah terhadapmu..”
“gwenchana.. kau bisa mengandalkanku.. jika kau membutuhkan bantuanku, jangan segan-segan.. apapun akan ku lakukan untukmu hye sun-a..”
“gomawo hyun joong sunbe...!” tutur hye sun pada laki-laki yang bernama lengkap kim hyun joong
kim hyun joong adalah senior hye sun, sekaligus kakak kandung dari sahabatnya, kim so eun. sejak pertama melihat hye sun, dia langsung suka, bagaimana tidak.. masih ingat kalau hye sun adalah mahasiswi yang pandai, cantik dan tentunya baik hati, tidak sombong, rajin menabung... hwaaaaaaa...... gubrak...!,
Ok..ok... kita serius lagi, memperkenalkan cast baru kita.. dia adalah cowok yang lumayan menonjol.. bukan karena penampilan, tapi menonjol dalam mata kuliah, sebenarnya dia cowok yang lumayan manis, tapi karena penampilannya yang agak polos, membuat dia, tak seorang pun meliriknya.. sesekali dia akan dimintai bantuan oleh teman sekelasnya untuk mengerjakan tugas... dasar temen brengsek..!!, “ dekat jika ada yang diperlukan”, kata-kata itu selalu dilontarkan dari laki-laki yang selalu mengenakan kaca mata tebal.. dia menyadari dirinya selalu menjadi korban pemanfaatan dari teman-temannya, dan mungkin hye sun masuk dalam kategori ini..
Mengapa demikian???.......
Jawabannya adalah, karena hye sun menggunakan hyun joong sebagai alasan hye sun bisa menjauh dari mino..
Tentu saja hyun joong juga tahu, bahwa hye sun hanya memanfaatkannya, tapi ia tak peduli sama sekali, yang terpenting adalah.. dengan bersama hye sun sebentar saja.. terasa sungguh menyenangkan, “aku tak bisa menolak jika itu adalah hye sun, karena aku sangat mengaguminya..”
Goo hye sun
Mianhae hyun joong sunbe.. aku mungkin terlihat egois, karena hanya mementingkan perasaan ku semata, tapi apa yang harus ku lakukan, ketika seseorang yang paling berarti dalam hidupku karirnya hancur begitu saja..karena ulahku, mungkin menurutku, jalan ini yang terbaik untuk kami, aku berharap ia bisa melupakanku sejenak, tapi sungguh aku tak pernah ingin ia melupakanku untuk selamanya.. biarkan ini sampai semuanya membaik..
Pandangan mata hye sun menerawang ke langit-langit, beberapa tetesan air mata mulai meluap seketika, hidung itu mulai memerah, bibir mungil itu mulai bergetar, sebuah buku diary tergenggam erat di tangan hye sun.
“mianhae mino-a..!. aku bukan bermaksud membuatmu membenciku,, tapi sungguh aku tak tega melihat kau dan karirmu hancur, kau ini aktor yang baru saja menginjakan kaki di dunia
entertain, apa aku pantas untuk merebut semua itu,...?, untuk sekarang ini biarlah seperti ini dulu.. walaupun hatiku memberontak.. berkata “kau pengecut sun-a..!”, tapi pemikiran dan perasaan kita berbeda dengan mereka, berbeda dengan para minoz, jadi untuk saat ini kau tak perlu menampakan wajahmu di depanku, meski sekalipun aku rindu setengah mati.. ku mohon.. semoga kau mengerti kasihku, jalanku dan jalanmu memang berbeda.. jalani semua yang telah Dia atur, jika kita memang berjodoh.. itu pasti akan kembali.. semuanya akan kembali.. dirimu, dan cintamu..!
Beberapa kalimat yang tersusun dari beberapa kata, tersusun dari beberapa huruf.. telah tertumpahkan dalam sebuah buku diary dan dibantu dengan pena bertinta hitam.. membuat hati hye sun yang tadinya galau, kini agak mendingan.
****
“bagaimana luka kemarin..?”
“sudah membaik kok.. hanya sebuah tonjokan biasa”
“yaa... sunbe.. kenapa diam ketika dipukuli..?”
“aku tak tega melihatmu menangis”
“mwo..?”
“tentu saja.. jika aku balas menonjok dia, kau pasti akan sedih, aku tahu kau pasti sangat mencintainya, sampai mau melakukan kepalsuan ini”
“sunbe....” tutur hye sun lemas
“aniyo.. kau tak perlu khawatir, aku sangat senang bisa membantumu”
“sunbe.. gomawo..” air mata hye sun kembali jatuh
“ne..”
“sana pergi... kau tak liat, calon kakak iparmu sudah masuk kelas..”
Seketika wajah sedih hye sun berubah, menoleh kebelakang.. dan ternyata benar, hyun joo dosen muda aka calon kakak ipar hye sun sudah masuk ke kelas hye sun
****
Jam kuliah tak dapat hye sun cerna dengan maksimal, seperti biasa so eun sahabat hye sun hanya bisa menatap dengan tatapan heran, karena sejak pertama masuk kuliah lagi, hye sun berubah menjadi murung, dan sampai saat ini so eun belum berani menegurnya, yang membuat so eun tambah heran lagi adalah kedekatan hye sun dengan jung il woo, senior mereka, yang terkenal cerdas itu, tapi seperti kebanyakan teman-temannya, il woo memang kurang menarik untuk seorang laki-laki, penampilannya yang terlalu kuno.
Setelah berada dalam kebisuan yang panjang, so eun memberanikan diri untuk menghampiri sahabatnya itu.
“hey.. sun-a..!”
Hye sun masih terdiam
“sun-a..!” seru so eun lagi sambil mengguncang lengan hye sun, dan usahanya berhasil membuat hye sun bicara
“waeyo?”
“mwo..!, kenapa kau yang balik bertanya?”
“mian eun-a..!”
“gwenchanayo..!, aku hanya heran dengan kelakuanmu belakangan ini, sejak kembali dari jepang, kau berubah sun-a”
“chongmal?”
“ne....!, apa yang terjadi?”
“aniyo.. tidak ada eun-a..”
“bisakah kau tak membohongiku?, kita ini sahabat kan?, kenapa kau tak mau membagi kesedihanmu denganku?, apa kau ada masalah dengan mino?”
“aisshhhh........... jangan sebut nama itu untuk sekarang ini”
“mwo??, sekarang aku jadi tambah yakin, kau pasti sedang ada masalah dengan mino”
“aisshhh....”
“chogiyo sun-a..!, aku mohon ceritakan padaku.. aku janji tak akan mengatakan ini pada siapapun” so eun memelas
“arasseo..!, nanti sepulang kuliah aku akan cerita padamu..”
“ne..”
Persetujuan itu terjadi, hye sun berjanji akan memceritakan pada so eun sepulang kuliah nanti
****
“mwo??”
“ne..!, mereka sangat tak menginginkanku, para minoz itu sangat tak menginginkanku”
“seharusnya mereka tak seperti itu.. egois sekali..!” so eun tampak jengkel ketika mendengar cerita hye sun
“aniyo... mereka mungkin bersikap wajar, mungkin jika aku jadi mereka aku akan berlaku hal yang sama..”
“tapi apakah mereka tak memikirkan perasaan dari mino sendiri?”
“entahlah..”
“aku yakin suatu saat, semua ini akan ada penyelesaiannya”
“ne.. aku juga berharap seperti itu, aku sudah tak sanggup”
“kau saja bisa berkata begitu, apalagi mino, dia pasti merasakan hal yang sama denganmu”
“tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk sekarang ini, ini mungkin yang terbaik”
“apa kau yakin ini juga akan terbaik untuk mino??”
“ne.. ini yang terbaik untuk sekarang ini, dan ku berharap dia mengerti”
“eun-a..” kata-kata hye sun terhenti
“mwo?”
“mianhae..”
“yaisshhh.... omo?”
“aku menggunakan hyun joong oppa sebagai alat untuk membuat mino menjauh untuk saat ini”
“ne...”
“mwo... apa kau sudah tahu eun-a?”
“ne.. joongie oppa sudah menceritakan padaku.. aku sangat mengerti eun-a.. aku tak keberatan, karena joongie oppa juga tak keberatan, dia sangat menyayangimu sun-a.. layaknya dongsaeng sendiri”
“gomawo eun-a.. untuk pengertiannya, aku tak pernah tahu apa yag akan terjadi padaku, jika kau dan hyun joong oppa tak ada, chongmal.. chongmal gomawo..”
“ne.. chonmaneyo sun-a..”
Hening..
“aku ternyata masih beruntung dari kalian” lanjut so eun
“maksudmu?”
“ne.. kemarin hampir seminggu aku sempat marahan dengan kim bum sunbe”
“waeyo?”
“habisnya, sempat-sempatnya dia ngomongin mantan pacarnya di depanku, siapa yang tak cemburu”
“haha,.... kau ada-ada saja..”
“apa aku salah cemburu dengan mantannya?”
“aniyo.. perasaan cemburu sudah biasa, itukan pertanda kalau kita memang menyayangi kekasih kita”
“tapi untung sekarang ini aku dan kim bum sunbe sudah baikan”
“syukurlah... bagaimana cara dia meluluhkan hatimu?”
“hihihi.... aku malu... mengatakan itu”
“yaa.... untuk apa malu?”
“soalnya itu sangat..” kata-kata so eun terhenti, wajah imutnya terlihat seperti kepiting rebus
“yaa... kau kenapa jadi semalu itu sih?, aha... aku tahu.. apa dia memberimu sesuatu yang tak bisa kau lupakan sampai sekarang..?”
“ne.. benar-benar malu rasanya, menceritakan hal yang sangat pribadi, tapi karena kau adalah sahabatku sun-a, jadi aku tak akan menyimpan rahasia ini padamu, jadi kita seri”
“ne.. aku ingin mendengar cerita itu” jawab hye sun antusias
“2 hari yang lalu dia membawaku ke pantai..”
Flash back
“berteriaklah...... supaya kau puas, aku ingin mendengarmu mengeluarkan kemarahanmu”
“ANIYOOOO....!” teriak so eun tepat di depan wajah kim bum
“jangan seperti ini...!, jika kau pendam, rasanya akan jadi tambah sakit.. keluarkan amarahmu.. buang bersama hembusan angin.. biarkan ia ikut pergi dengan ombak laut”
“seberapapun kau menyuruh ombak itu pergi, pasti ia akan kembali juga.. jadi percuma teriak-teriak gak jelas seperti orang gila”
“kau salah.. jika pun ombak itu kembali, dia akan kembali dengan jiwa yang baru”
“omo???”
“tak percaya??”
“aniyo..”
“bagaimana kau bisa percaya jika kau belum mencoba... aku rasa jika kau mencoba, kau akau tahu sendiri bagaimana rasanya, teriakan semuan yang mengganjal di pikiranmu, semua yang menbuatmu marah, senang, maupun kecewa”
Ketika mendengar ucapan kim bum tadi, so eun mulai mencoba.. pertama dengan suara yang masih tertahan
“aku benci...!!”
“mwo.. kenapa sekecil itu??, teriaklah lebih kencang lagi... teriak sekencang-kencangnya..!”
Suara yang tertahan tadi, seketika mengelegar.
“AKUUUUUU BENCIIIIIIIIIIIIIII.............................!!!!!!!!!!, AKU BENCI DENGANMU KIM BUM SUNBEEEEEEEEE...........!!!!!!!, KAU TAK PERNAH MENANYAKAN PERASAANKU PADAMUUUUUUU........... AKU BUKAN DIAAA............. AKU MOHONNN..... AKU INGIN HANYA AKUUU YANG KAU LIHAAAAAATTTT...........!!!” teriakan so eun benar-benar memekakan telinga kimbum sekaligus mengagetkannya
“benarkan apa yang kudengar tadi????”
“kau pikir aku bercanda..?, kau benar-benar keterlaluan..!!”
“gomawo.. eun-a”
Kimbum seketika menarik so eun ke dalam pelukannya.
“gomawo..” ucap kim bum sekali lagi
“mwo..? aisshhh...”
“aku tak tak tahu kalau kau akan semarah itu”
“mianhae.. mengecewakanmu.. aku ini tipe cewek pencemburu..”
“gwenchana..”
Hening seketika..
So eun mengangkat wajahnya dan otomatis bertemu pandang dengan kim bum. Tatapan itu perlahan meredup seiring dengan mendekatnya wajah itu.. kecupan sayang tergambar jelas.
End flash back
“kau beruntung eun-a” tutur hye sun setelah mendengar cerita so eun
“ne.. aku semakin mencintainya”
“chukkae eun-a..”
“gomawo, aku berharap kau juga bahagia, meskipun aku tahu kalau joongie oppa sangat mengagumimu sun-a, tapi cinta tak bisa dipaksa.. kau tak perlu khawatir sun-a bahwa aku akan marah, aku syang kamu sun-a, seperti saudaraku sendiri”
Mendengar ucapan so eun, hye sun pun langsung memeluk so eun erat.. tapi belum lama mereka berpelukan, tiba-tiba terdengar suara yang halus dari belakang hye sun.
“yaa... apa hari ini kau mau pulang denganku?”
So eun langsung melepas pelukannya
“oppa...!”
“mwo?, oppa?” hye sun nampak keheranan
Hye sun memutar badannya dan mendapatkan seseorang yang tak asing.
“sunbe..?”
“haha... mianhae sun-a.. aku harus pergi dulu.. kau tak keberatan kan?”
“gwenchana eun-a.. kau pergi saja.. nanti kau dapat masalah lagi dengannya” ucap hye sun sambil menunjuk kearah laki-laki yang baru saja datang itu, dan tak lain adalah kim bum..
“yaa... eun-a.. apa yang tadi aku dengar itu sungguhan?, kau memanggil kim bum sunbe dengan sebutan oppa?”
“ne..” jawab eun sambil malu
Dan berlalu setelah pamitan dengan hye sun.
****
Langkah hye sun agak terlihat malas untuk sampai di depan gerbang kampus. Sesampai di sana, terlihat sebuah mobil spot yang sangat tak asing baginya.
“mino-a???”
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar